Arsip Kategori: Alkitab VP

Wahyu 1:6

“dan telah membuat kita menjadi suatu 1kerajaan, menjadi 2imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.”

(1)Kerajaan, Kaum beriman yang ditebus dengan darah Kristus, bukan hanya dilahirkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya (Joh_3:5)tetapi juga dijadikan kerajaan bagi ekonomi Allah. Kerajaan ini adalah gereja (Mat_16:18-19). Yohanes, penulis kitab ini, berada di dalam kerajaan ini (ay. 9), dan semua orang beriman yang ditebus dan dilahirkan kembali, juga adalah satu bagian dari kerajaan ini (Rom_14:17). Aspek terpenting dari kitab ini adalah Allah sedang memulihkan kekuasaan-Nya di bumi, supaya seluruh bumi menjadi kerajaan-Nya (Why_11:15). Ketika Kristus datang untuk kali pertama, Ia telah membawa Kerajaan Allah datang bersama-sama (Luk_17:21; Mat_12:28). Kerajaan ini sudah meluas menjadi gereja (Mat_16:18-19), gereja akan merampungkan berdirinya Kerajaan Allah di seluruh bumi. Pada satu aspek, Kerajaan Allah pada hari ini adalah di dalam gereja; pada aspek lain, Kerajaan Allah sedang datang melalui kaum beriman pemenang (12:10). Kemudian, Kristus dan kaum beriman pemenang, akan memerintah bangsa-bangsa dalam Kerajaan Seribu Tahun (2:26-27; 12:5; 20:4,6).

(2)imam-imam, Demi darah Kristus kita beroleh penebusan, bukan hanya menjadi Kerajaan Allah, juga menjadi imam-imam-Nya (1Pet_2:5). Kerajaan adalah untuk kedaulatan pemerintahan Allah, imam adalah untuk ekspresi gambar Allah. Inilah imamat yang rajani (1Pet_2:9), untuk merampungkan ketetapan kehendak semula Allah menciptakan manusia (Kej_1:26-28). Imamat yang rajani tersebut sedang dilatih dalam kehidupan gereja hari ini (5:10). dan akan dilaksanakan dengan diperkuat dalam Kerajaan Seribu Tahun (20:6) dan akan rampung sempurna pada Yerusalem Baru (22:3, 5).

sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:4

“Dari Yohanes kepada 1ketujuh bjemaat yang di 2Asia Kecil: 3Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari 4Dia, yang ada dan yang sudah ada dan 5yang akan datang, dan dari 6ketujuh 7roh yang ada di hadapan takhta-Nya,”

(1)ketujuh, “Tujuh” adalah angka kelengkapan dalam pekerjaan Allah, misalnya untuk penciptaan Allah ada tujuh hari (Kej. 1:31-23), untuk pergerakan Allah di bumi ada tujuh meterai (5:5), tujuh sangkakala (8:2), dan tujuh cawan (15:7). Karena itu, tujuh gereja adalah untuk kelengkapan pergerakan Allah.

(2)Asia adalah salah satu propinsi dalam Kekaisaran Romawi kuno. Di propinsi itu ada tujuh kota yang disebut dalam ps.11. Ketujuh gereja bukan berada di satu kota, melainkan tersebar di ketujuh kota itu. Kitab ini tidak membicarakan satu gereja universal, melainkan membicarakan gereja-gereja lokal di kota-kota. Mula-mula dalam Mat.16:18 diwahyukan bahwa gereja itu bersifat universal, selanjutnya dalam Mat. 18:17 diwahyukan bahwa gereja bersifat lokal. Dalam kitab Kisah Para Rasul, gereja dilaksanakan secara lokal, misalnya, gereja di Yerusalem (Kis.8:1), gereja di Antiokhia (Kis.13:1), gereja di Efesus (Kis.20:17), dan gereja-gereja di propinsi Siria dan Kilikia (Kis.15:41). Selain beberapa pucuk yang ditulis untuk perorangan, semua Surat Kiriman (rasul) ditulis untuk gereja-gereja lokal. Tidak ada surat yang ditulis untuk gereja universal. Tanpa gereja lokal, tidak akan ada pelaksanaan dan penyataan gereja universal. Gereja universal terwujud dalam gereja-gereja lokal. Pengenalan terhadap gereja pada aspek universalnya harus disempurnakan dengan pengenalan terhadap gereja pada aspek lokalnya. Mengenal dan melaksanakan gereja lokal adalah suatu kemajuan besar bagi kita. Mengenai gereja, kitab Wahyu membahasnya pada tahap yang sudah maju. Untuk memahami kitab ini, kita harus maju dari memahami gereja universal sampai mengenal dan melaksanakan gereja lokal, karena kitab ini ditulis untuk gereja lokal. Hanya orang-orang dalam gereja lokal yang berada dalam posisi yang tepat, memiliki sudut dan titik pandang yang tepat untuk melihat visi dalam kitab ini. Allah Tritunggal diekspresikan dalam Kristus (Yoh.1:1, 14; 1Tim_3:16; Kol_2:9); Kristus dikenal dan dialami sebagai Roh itu (Yoh._14:16-18; 1Kor_15:45; 2Kor_3:17; Rom_8:9; Fil_1:19), dan diekspresikan dalam Tubuh-Nya, yaitu gereja universal (Efs_1:22-23; 1Kor_12:12; Efs_4:4); dan gereja universal diekspresikan dalam gereja-gereja lokal. Sebab itu, untuk mengenal dan mengalami Allah, kita perlu mengenal dan mengalami Kristus; untuk mengenal dan mengalami Kristus, kita perlu mengambil bagian dalam gereja universal melalui Roh itu; dan untuk mengambil bagian dalam gereja universal, kita perlu mengambil bagian dalam gereja lokal.

(3)Anugerah,

(4)Dia, Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, adalah Allah Bapa yang kekal. Ketujuh Roh di hadapan takhta Allah, ialah Roh Allah yang beroperasi, juga adalah Allah Roh. Yesus Kristus yang menjadi Saksi setia terhadap Allah, Yang pertarna bangkit dari antara orang mati terhadap gereja, dan yang menjadi Yang berkuasa atas raja-raja di bumi terhadap dunia (ay. 5) adalah Allah Putra. Inilah Allah Tritunggal. Sebagai Allah Bapa yang kekal, Dia adalah yang sudah ada, yang ada, yang akan datang. Sebagai Allah Roh, Dia adalah Roh yang diperkuat tujuh kali lipat untuk pekerjaan Allah (lihat cat. 6). Sebagai Allah Putra, (1) Dia adalah Saksi Allah, kesaksian Allah, ekspresi Allah; (2) Yang pertama bangkit dari antara orang mati bagi gereja, ciptaan baru; dan (3) Yang berkuasa atas raja-raja bumi ini bagi dunia. Dari Allah Tritunggal yang sedemikian ini, kasih karunia dan damai sejahtera disalarkan kepada gereja-gereja.

(5)yang, Yang akan datang mungkin menyiratkan kembalinya Kristus, menunjukkan bahwa terhadap ciptaan-Nya, khususnya umat tebusan-Nya, apa adanya Allah akan lebih nyata pada saat itu daripada saat yang lalu atau saat ini.

(6)ketujuh, Ketujuh, Roh ini tentu adalah Roh Allah, sebab “Mereka” disejajarkan dengan Allah Tritunggal dalam ay. 4 dan 5. Karena tujuh adalah angka yang lengkap dalam pekejaan Allah, maka tujuh Roh pasti untuk pergerakan Allah di bumi. Dalam esens dain eksistensinya, Roh Allah adalah satu; dalam fungsi dan pekerjaan yang di perkuat dari pergerakan Allah, Roh Allah adalah tujuh kali lipat. Ini seperti kaki pelita dalam Zak_4:2 , dalam eksistensinya adalah satu kaki pelita, tetapi dalam fungsinya adalah tujuh pelita. Ketika Yohanes menulis kitab Wahyu, gereja sudah merosot dan zaman pun gelap. Sebab itu, pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi memerlukan Roh Allah yang diperkuat tujuh kali lipat. Dalam Mat_28:19 , urutan Allah Tritunggal ialah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Di sini, urutannya sudah berubah. Tujuh Roh Allah diletakkan pada uratan kedua, bukan urutan ketiga. Ini mewahyukan pentingnya fungsi ketujuh Roh Allah yang diperkuat. Hal ini ditegaskan oleh penekanan yang berulang-ulang mengenai pembahasan Roh pada 2:7,11,17, 29; 3:6,13, 22; 14:13; 22:17. Surat-surat Kiriman lain diawali dengan kasih karunia dan damai sejahtera dari Bapa dan Anak diberikan kepada penerima surat itu. Namun, di sini Roh juga dicantumkan. Dari Dia (Roh itu), kasih karunia dan damai sejahtera disalurkan kepada gereja-gereja. Hal ini juga menunjukkan pentingnya Roh itu untuk melawan kemerosotan gereja derm pergerakan Allah.

(7)roh, Lit., Roh.

sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:3

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan ckata-kata (1)nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

(1)nubuat, dalam kitab ini mengandung sifat nubuat, sebagian besar visinya mengacu kepada perkara yang akan datang. Bahkan ketujuh surat yang ditulis untuk ketujuh gereja dalam ps. 2 dan 3, atas maknanya sebagai tanda, adalah nubuat tentang gereja di bumi sarnpai kedatangan Tuhan kembali.

sumber: alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:2

“Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang (1)kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.”

(1)kesaksian, Di satu pihak, kitab ini memberi kita “wahyu Kristus”, di pihak lain, kitab ini menampakkan kepada kita “kesaksian Yesus, yaitu gereja. Kitab ini memaparkan Kristus yang diwahyukan, dan gereja yang bersaksi. Kaki pelita dalam ps. 1, kumpulan besar orang hanyak yang tertebus dalam ps. 7, perempuan yang terang benderang dan anak laki-laki dalam ps. 12, tuaian dan buah sulung dalam ps. 14, para pemenang di atas lautan kaca dalam ps. 15, pengantin perempuan yang telah siap menikah dalam ps. 19, serta Yerusalem Baru dalam ps. 21 dan 22, semuanya adalah “Kesaksian Yesus”. Kesaksian Yesus ini adalah roh nubuat (19:10) – substansi, watak, dan ciri khas nubuat. Kristus adalah Saksi Allah (1:5), adalah kesaksian dan ekspresi Allah. Gereja ialah kesaksian dan ekspresi Kristus. Dengan demikian, gereja adalah reproduksi kesaksian dan ekspresi Allah di dalam Kristus.

Sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:1

“Inilah (1)wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Ia telah (2)menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes dengan perantaraan malaikat-Nya yang diutus-Nya.”

(1)wahyu, Sebagai kitab terakhir dalam Alkitab, kitab Wahyu adalah kesimpulan, kegenapan, dan perampungan segenap wahyu ilahi, yaitu seluruh Alkitab. Benih kebenaran wahyu ilahi, sebagian besar ditaburkan dalam kitab Kejadian, kitab pertama dalam Alkitab. Dalam kitab-kitab berikutnya, terutama dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, benih itu terus bertumbuh, berkembang, dan dituai dalam kitab Wahyu. Karena itu, sebagian besar perkara yang dibicarakan dalam kitab ini bukan perkara yang baru, melainkan sudah ada dalam kitab-kitab sebelumnya, kemudian disempurnakan dalam kitab ini; intinya adalah wahyu Kristus yang unik dan terakhir, kesaksian Yesus yang sempurna dan khusus, dan ekonomi Allah yang universal dan kekal. Kitab ini adalah kitab nubuat, namun bukan hanya nubuat dalam kata-kata, melainkan juga dalam visi yang ditampakkan kepada manusia. Dalam pandangan Allah, semua perkara yang dinubuatkan dalam kitab ini sudah terjadi. Karena itu, visi demi visi, semuanya ditampakkan kepada pelihatnya. Maka, sebagian besar dari kata kerja yang digunakan dalam kitab ini berbentuk kala lampau. Seluruh Alkitab mewahyukan Kristus. Sebagai kesimpulan, kegenapan, dan perampungan seluruh Alkitab, kitab Wahyu lebih-lebih adalah “wahyu Yesus Kristus”. Walaupun kitab ini juga mewahyukan banyak perkara lainnya, tapi inti wahyunya adalah Kristus. Beberapa aspek mengenai Kristus, seperti visi tentang Kristus sebagai Imam Besar di antara gereja-gereja, yang merawat gereja dalam kasih namun dengan sikap menghakimi (1:13-16); visi tentang Dia sebagai Singa-Anak Domba di tengah-tengah takhta Allah dan keempat makhluk hidup, dan di tengah-tengah kedua puluh empat tua-tua alam semesta, yang membuka tujuh meterai dari administrasi universal Allah (5:1-6:1); dan visi tentang Dia sebagai satu “Malaikat lain yang kuat”, turun dari surga, untuk memiliki seluruh bumi (10:1-8; 18:1) dan sebagainya, tidak pernah disingkapkan oleh kitab-kitab lainnya seperti dalam kitab ini.

(2)menyatakannya,; menyatakannya dengan tanda-tanda. Wahyu dalam kitab ini terutama tersusun dari tanda-tanda, yaitu lambang yang mempunyai makna rohani, misalnya : ketujuh kaki pelita yang melam-bangkan gereja-gereja; ketujuh bintang yang melambangkan utusan (malaikat) gereja-gereja (Rev_1:20) dan sebagainya. Bahkan Yerusalem Baru pun adalah suatu tanda, yang melambangkan perampungan terakhir ekonomi (rencana) Allah (ps. 21- 22). Karena itu, kitab ini adalah sebuah kitab tanda, yang membuat kita memahami wahyu. Kitab Injil Yohanes adalah sebuah kitab tanda, yang melambangkan bagaimana Kristus datang sebagai hayat kita untuk menghasilkan gereja, yaitu mempelai perempuan-Nya. Kitab Wahyu Yohanes juga adalah sebuah kitab tanda, yang menampakkan bagaimana Kristus sekarang merawat gereja, bagaimana Ia datang untuk menghakimi dan memiliki bumi ini, dan membawa gereja, pengantin perempuan-Nya, masuk ke dalam ekonomi (rencana) Allah yang penuh.

Sumber : Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Matius 1:17

Mat 1:17 Jadi, 1seluruhnya ada empat belas 2keturunan dari Abraham 3sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud 4sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel 5sampai Kristus.

(1)Seluruhnya, Silsilah ini dibagi menjadi tiga zaman : (1) dari Abraham sampai Daud, empat belas generasi, zaman sebelum kerajaan didirikan; (2) dari Daud sampai pembuangan ke Babel, empat belas generasi, zaman kerajaan; (3) dari pembuangan ke Babel sampai Kristus, empat belas generasi lagi, zaman setelah kerajaan jatuh. Menurut sejarah, sebenarnya ada empat puluh lima generasi. Dengan menyisihkan tiga generasi yang terkutuk dan satu generasi yang tidak tepat, lalu menambahkan satu generasi dengan membuat Daud menjadi dua generasi (yang satu, zaman sebelum kerajaan didirikan, dan yang lain, zaman kerajaan), semuanya berjumlah empat puluh dua generasi, dibagi menjadi tiga zaman, masing-masing empat belas generasi. Angka empat belas terdiri dari sepuluh ditambah empat. Empat melambangkan makhluk ciptaan ( Why_4:6). sepuluh melambangkan kepenuhan ( Mat_25:1). Jadi, empat belas melambangkan makhluk ciptaan dalam kepenuhan, kesempurnaan. Empat belas generasi dikalikan tiga menunjukkan bahwa Allah Tritunggal membaurkan diri-Nya dengan makhluk ciptaan sepenuhnya.
Silsilah ini dibagi menjadi tiga bagian : bagian nenek moyang; bagian raja-raja, dan bagian orang biasa, yang meliputi orang-orang yang tertawan dan orang-orang yang dipulihkan. Allah Bapa berhubungan dengan bagian nenek moyang; Allah Putra berhubungan dengan bagian raja-raja; dan Allah Roh berhubungan dengan bagian orang biasa. Ini juga menunjukkan pembauran Allah Tritunggal dengan manusia ciptaan-Nya. Tiga kali empat belas sama dengan empat puluh dua. Empat puluh adalah angka pengujian, pencobaan, dan penderitaan ( Ibr_3:9; Mat_4:2 ; 1Raja_19:8). Empat puluh dua melambangkan peristirahatan dan kepuasan setelah pencobaan. Orang-orang Israel menempuh perjalanan melalui empat puluh dua tempat, kemudian baru masuk ke dalam tanah permai perhentian. Kerajaan Seribu Tahun sebagai perhentian akan datang setelah empat puluh dua bulan kesusahan besar (Why_13:5). Setelah semua generasi mengalami pencobaan, pengujian, dan penderitaan, Kristus datang sebagai generasi keempat puluh dua untuk menjadi perhentian dan kepuasan kita.
(2)keturunan Atau, generasi, angkatan
(3)Sampai, Daud adalah akhir dari generasi nenek moyang dan awal dari generasi raja-raja. Dia adalah orang yang dipakai oleh Allah sebagai tanda batas untuk menutup bagian nenek moyang dan memulai bagian raja-raja
(4)Sampai, Pada saat kemerosotan, tidak ada orang yang menjadi tanda batas untuk memisahkan generasi-generasi seperti Abraham dan Daud. Karena itu, pembuangan menjadi suatu tanda batas, tanda batas yang memalukan.
(5)Sampai, Catatan Lukas dimulai dari yesus dan menelusuri kembali kepada Allah. Catatan Matius maju dari Abraham sampai Kristus. Lukas berjalan mundur dan kembali kepada Allah; Matius maju dan mengarah kepada Kristus. Semua generasi diarahkan kepada Kristus dan mendatangkan Kristus. Kristus adalah sasaran, perampungan, kesimpulan, pelengkapan, dan penyempurnaan semua generasi. Demikianlah Dia menggenapi nubuat mereka, menyelesaikan persoalan mereka, dan memenuhi keperluan mereka. Ketika Kristus datang, terang, hayat, keselamatan, kepuasan, kesembuhan, kemerdekaan, perhentian, penghiburan, damai, dan sukacita, semuanya datang bersama-Nya. Sejak saat ini, seluruh Perjanjian Baru adalah penguraian yang penuh dari Kristus yang ajaib ini, yang adalah segala sesuatu bagi kita. Haleluya, Kristus telah datang!

Sumber : alkitab dengan catatan kaki versi pemulihan

Matius 1:16

Mat 1:16 1Yakub mempunyai anak, 2Yusuf suami 3Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut 4Kristus.

(1)Yakub, Di sini, silsilah ini mengatakan, “Yakub mempunyai anak, Yusuf,” tetapi Luk_3:23 mengatakan, “Yusuf, anak Eli.” Catatan Lukas adalah “menurut hukum Taurat” (terjemahan harfiah dari “menurut anggapan orang” dalam Luk_3:23), menunjukkan bahwa Yusuf sebenarnya bukan anak Eli, melainkan dianggap sebagai anak Eli, berdasarkan hukum. Yusuf adalah menantu Eli, ayah Maria. Mungkin ini seperti kasus dalam Bil_27:1-8; 36:1-12,, yang di dalamnya tercantum peraturan Allah, jika ada orang tua yang hanya memiliki anak perempuan, sebagai ahli warisnya, warisan itu akan jatuh ke tangan anak perempuan itu, yang kemudian harus menikah dengan laki-laki dari suku yang sama, demi menjaga warisan mereka tetap pada suku itu. Peraturan ini pun berkaitan dengan silsilah Kristus, menunjukkan bahwa seluruh Alkitab adalah catatan tentang Kristus.
(2)Yusuf Luk_1:27, Luk_2:4 , Mat_1:18, Luk_3:23
Pada butir ini catatan silsilah ini tidak mengatakan, “Yusuf mempunyai anak, Yesus,” yang sama dengan yang dikatakan tentang semua orang yang disebutkan terdahulu; silsilah ini mengatakan, “Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus.” Yesus dilahirkan dari Maria, bukan dari Yusuf, karena sudah dinubuatkan bahwa Kristus akan menjadi keturunan perempuan dan akan dilahirkan dari seorang anak dara (Kej_3:15; Yes_7:14). Kristus tidak mungkin dilahirkan dari Yusuf, karena Yusuf adalah laki-laki dan keturunan Yekhonya. Tidak ada satu pun keturunan Yekhonya yang dapat mewarisi takhta Daud (Yer_22:28-30). Namun, Maria adalah perawan dan keturunan Daud (Luk_1:27, 31-32) sebagai orang yang demikian, dia adalah orang yang tepat yang melaluinya Kristus lahir. Pernikahan Yusuf dan Maria membawa Yusuf ke dalam hubungan dengan Kristus dan menyatukan dua garis silsilah Kristus untuk mendatangkan Kristus, seperti terlihat pada bagan. (Lihat bagan tentang Silsilah Yesus Kristus). Bagan ini menunjukkan bahwa silsilah Yesus Kristus dimulai dari Allah dan berlanjut sampai Yesus. Silsilah ini mulai dari Allah sampai Adam, dari Adam ke Abraham, dari Abraham melalui Ishak dan Yakub, dan terus ke Daud. Setelah Daud, silsilah ini terpecah menjadi dua garis. Garis pertama dimulai dari Natan dan berakhir pada Maria, dan garis kedua dimulai dari Salomo sampai Yusuf. Akhirnya, kedua dari ini menyatu karena pernikahan Maria dengan Yusuf, untuk mendatangkan Kristus. Dalam keadaan seperti ini, tampaknya Kristus adalah keturunan Yekhonya, yang kelihatannya berada dalam garis keluarga bangsawan; sebenarnya Dia bukanlah keturunan Yekhonya, nenek moyang Yusuf, melainkan keturunan Daud, nenek moyang Maria, jadi Dia dapat memenuhi syarat untuk mewarisi takhta Daud.
(3)Maria Luk_1:27, 31-32, 34-35 Silsilah ini pertama-tama menyebutkan empat perempuan yang menikah lebih dari satu kali, atau penuh dosa. Di samping itu juga disebut perawan. Ini menunjukkan bahwa semua orang yang disebut namanya dalam silsilah ini dilahirkan dalam dosa, kecuali Kristus yang dilahirkan dalam kekudusan. Abraham, Daud, dan Maria ada tiga orang penting yang mendatangkan Kristus. Abraham mewakili hidup oleh iman; Daud mewakili hidup di bawah pemberesan salib; dan Maria mewakili hidup yang mutlak berserah kepada Tuhan. melalui ketiga macam hidup itulah Kristus dilahirkan ke dalam keinsanian.
(4)Kristus Mat_16:16, Mat_22:42, Joh_1:41, 7:41-42; 20:31, Kis_2:36
Kristus ditekankan di sini, untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias (Kristus) yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Sumebr : Alkitab dengan catatan kaki versi pemulihan (Yasperin)

Matius 1:12

Mat 1:12 Sesudah 1pembuangan ke Babel, Yekhonya mempunyai anak, Sealtiel; Sealtiel mempunyai anak, 2Zerubabel;

(1)Pembuangan, Orang-orang yang dibawa sebagai tawanan ke Babel juga tercakup dalam catatan suci tentang silsilah Kristus ini, karena mereka memiliki hubungan yang tidak langsung dengan Kristus melalui Maria, istri salah satu keturunan mereka dan ibu Yesus. Sealtiel –> 1 Taw.3:17, Luk.3:27
(2)Zerubbabel, Ezr_3:2,Ezr_5:1-2, Neh_12:1,Hag_1:1, Zec_4:7-10 “Yekhonya mempunyai anak, Sealtiel, Sealtiel mempunyai anak, Zerubabel.” Bandingkan catatan ini dengan 1 Taw_3:17-19, yang mengatakan, “Anak-anak Yekhonya,…Sealtiel…Pedaya…Anak-anak Pedaya ialah Zerubabel,” menunjukkan bahwa Zerubabel adalah anak Pedaya, saudara Sealtiel. Zerubabel bukan anak sealtiel, melainkan keponakannya, dan dia menjadi ahli waris Sealtiel. Mungkin ini adalah perkara yang sesuai dengan Ul_25:5-6. Perkataan dalam Ulangan pun berkiatan dengan silsilah Kristus. Zerubabel adalah salah seorang pemimpin yang pulang ke Yerusalem dari pembuangan ke Babel ( Ezr_5:1-2).Dia juga seorang pemimpin dalam pembangunan kembali Bait Allah (Zak_4:7-10). Perjanjian Lama menubuatkan bahwa Kristus, sebagai keturunan Daud, akan dilahirkan di Betlehem (Mik_5:2; Mat_2:4-6).Tanpa adanya orang-orang yang pulang dari pembuangan, tidak mungkin Kristus lahir di Betlehem. Perintah Allah yang menyuruh orang-orang tawanan pulang dari

Sumber : Alkitab dengan catatan kaki versi pemulihan (Yasperin)

Matius 1:11

Mat 1:11 “1Yosia mempunyai anak, 2Yekhonya dan 3saudara-saudaranya pada waktu 4pembuangan ke Babel.”

(1)Yosia , Silsilah di sini mencatat bahwa “Yosia mempunyai anak, Yekhonya.” Namun 1 Taw.3:15-16 mengatakan, “Anak-anak Yosia : …, anak yang kedua ialah Yoyakim,… Keturunan Yoyakim ialah Yekhonya, anaknya itu.” Satu generasi – Yoyakim – dihapus dari silsilah Kristus. Ini pasti dikarenakan ia menjadi raja karena diangkat oleh Firaun dari Mesir dan mengumpulkan pajak bagi Firaun ( 2 Raja 23:34-35).
(2)Yekhonya, 1 Taw.3:15-16, Yer.22:28-30 Yekhonya tidak dianggap sebagai raja dalam silsilah ini karena dia dilahirkan dalam pembuangan dan berstatus tawanan( 2 Taw.36:9-10·- Yoyakhin adalah Yekhonya). Menurut nubuat dalam Jer_22:28-30,tidak ada keturunan Yekhonya yang mewarisi takhta Daud. Jika Kristus adalah keturunan langsung Yekhonya, Dia tidak dapat mewarisi takhta Daud. Meskipun Yer.22:28-30 mengatakan bahwa semua keturunan Yekhonya disisihkan dari takhta Daud, Yer. 23:5 mengatakan bahwa Allah akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud, seorang Raja yang akan memerintah dan semarak. Tunas ini adalah Kristus. Nubuat ini menegaskan walaupun Kristus bukan keturunan langsung Yekhonya, tetapi Ia adalah keturunan Daud, akan mewarisi takhta Daud.
(3)Saudara, Dalam silsilah ini tidak disebutkan saudara-saudara raja yang mana pun. Namun di sini disebutkan saudara-saudara Yekhonya, membuktikan bahwa Yekhonya tidak dianggap sebagai raja dalam silsilah Kristus ini.
(4)Pembuangan , 2 Raja 24:14-17, 2 Taw.36:10, 20, Yer. 27:20 Mengacu kepada penawanan bani Israel ke dalam pembuangan di Babel. Demikian pula dalam(ay.17).

Sumber: Alkitab dengan catatan kaki versi pemulihan (Yaseprin)

Matius 1:8

Mat 1:8 Asa mempunyai anak, Yosafat; Yosafat mempunyai anak, Yoram; 1Yoram mempunyai anak, Uzia

(1)Yoram, Silsilah di sini mencatat bahwa “Yoram mempunyai anak, Uzia”. Namun 1 Taw.3:11-12 mengatakan, “Anak orang ini ialah Yoram; anak orang ini ialah Ahazia; anak orang ini ialah Yoas; anak orang ini ialah Amazia, anak orang ini ialah Azarya”(yang adalah Uzia·- 2 Raja 15:1, 13). Tiga generasi – Ahazia, Yoas, dan Amazia – dihilangkan. Ini tentu dikarenakan perkawinan jahat antara Yoram dengan anak perempuan Ahab dan Izebel, yang merusak keturunan Yoram ( 2 Taw.21:5-6; 22:1-4). Berdasarkan Kel.20:5, tiga generasi dari keturunan Yoram dipisahkan dari silsilah Kristus

Sumber: Alkitab dengan catatan kaki versi pemulihan (Yaseprin)