Arsip Kategori: Alkitab

Wahyu 1:6

“dan telah membuat kita menjadi suatu 1kerajaan, menjadi 2imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.”

(1)Kerajaan, Kaum beriman yang ditebus dengan darah Kristus, bukan hanya dilahirkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya (Joh_3:5)tetapi juga dijadikan kerajaan bagi ekonomi Allah. Kerajaan ini adalah gereja (Mat_16:18-19). Yohanes, penulis kitab ini, berada di dalam kerajaan ini (ay. 9), dan semua orang beriman yang ditebus dan dilahirkan kembali, juga adalah satu bagian dari kerajaan ini (Rom_14:17). Aspek terpenting dari kitab ini adalah Allah sedang memulihkan kekuasaan-Nya di bumi, supaya seluruh bumi menjadi kerajaan-Nya (Why_11:15). Ketika Kristus datang untuk kali pertama, Ia telah membawa Kerajaan Allah datang bersama-sama (Luk_17:21; Mat_12:28). Kerajaan ini sudah meluas menjadi gereja (Mat_16:18-19), gereja akan merampungkan berdirinya Kerajaan Allah di seluruh bumi. Pada satu aspek, Kerajaan Allah pada hari ini adalah di dalam gereja; pada aspek lain, Kerajaan Allah sedang datang melalui kaum beriman pemenang (12:10). Kemudian, Kristus dan kaum beriman pemenang, akan memerintah bangsa-bangsa dalam Kerajaan Seribu Tahun (2:26-27; 12:5; 20:4,6).

(2)imam-imam, Demi darah Kristus kita beroleh penebusan, bukan hanya menjadi Kerajaan Allah, juga menjadi imam-imam-Nya (1Pet_2:5). Kerajaan adalah untuk kedaulatan pemerintahan Allah, imam adalah untuk ekspresi gambar Allah. Inilah imamat yang rajani (1Pet_2:9), untuk merampungkan ketetapan kehendak semula Allah menciptakan manusia (Kej_1:26-28). Imamat yang rajani tersebut sedang dilatih dalam kehidupan gereja hari ini (5:10). dan akan dilaksanakan dengan diperkuat dalam Kerajaan Seribu Tahun (20:6) dan akan rampung sempurna pada Yerusalem Baru (22:3, 5).

sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:4

“Dari Yohanes kepada 1ketujuh bjemaat yang di 2Asia Kecil: 3Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari 4Dia, yang ada dan yang sudah ada dan 5yang akan datang, dan dari 6ketujuh 7roh yang ada di hadapan takhta-Nya,”

(1)ketujuh, “Tujuh” adalah angka kelengkapan dalam pekerjaan Allah, misalnya untuk penciptaan Allah ada tujuh hari (Kej. 1:31-23), untuk pergerakan Allah di bumi ada tujuh meterai (5:5), tujuh sangkakala (8:2), dan tujuh cawan (15:7). Karena itu, tujuh gereja adalah untuk kelengkapan pergerakan Allah.

(2)Asia adalah salah satu propinsi dalam Kekaisaran Romawi kuno. Di propinsi itu ada tujuh kota yang disebut dalam ps.11. Ketujuh gereja bukan berada di satu kota, melainkan tersebar di ketujuh kota itu. Kitab ini tidak membicarakan satu gereja universal, melainkan membicarakan gereja-gereja lokal di kota-kota. Mula-mula dalam Mat.16:18 diwahyukan bahwa gereja itu bersifat universal, selanjutnya dalam Mat. 18:17 diwahyukan bahwa gereja bersifat lokal. Dalam kitab Kisah Para Rasul, gereja dilaksanakan secara lokal, misalnya, gereja di Yerusalem (Kis.8:1), gereja di Antiokhia (Kis.13:1), gereja di Efesus (Kis.20:17), dan gereja-gereja di propinsi Siria dan Kilikia (Kis.15:41). Selain beberapa pucuk yang ditulis untuk perorangan, semua Surat Kiriman (rasul) ditulis untuk gereja-gereja lokal. Tidak ada surat yang ditulis untuk gereja universal. Tanpa gereja lokal, tidak akan ada pelaksanaan dan penyataan gereja universal. Gereja universal terwujud dalam gereja-gereja lokal. Pengenalan terhadap gereja pada aspek universalnya harus disempurnakan dengan pengenalan terhadap gereja pada aspek lokalnya. Mengenal dan melaksanakan gereja lokal adalah suatu kemajuan besar bagi kita. Mengenai gereja, kitab Wahyu membahasnya pada tahap yang sudah maju. Untuk memahami kitab ini, kita harus maju dari memahami gereja universal sampai mengenal dan melaksanakan gereja lokal, karena kitab ini ditulis untuk gereja lokal. Hanya orang-orang dalam gereja lokal yang berada dalam posisi yang tepat, memiliki sudut dan titik pandang yang tepat untuk melihat visi dalam kitab ini. Allah Tritunggal diekspresikan dalam Kristus (Yoh.1:1, 14; 1Tim_3:16; Kol_2:9); Kristus dikenal dan dialami sebagai Roh itu (Yoh._14:16-18; 1Kor_15:45; 2Kor_3:17; Rom_8:9; Fil_1:19), dan diekspresikan dalam Tubuh-Nya, yaitu gereja universal (Efs_1:22-23; 1Kor_12:12; Efs_4:4); dan gereja universal diekspresikan dalam gereja-gereja lokal. Sebab itu, untuk mengenal dan mengalami Allah, kita perlu mengenal dan mengalami Kristus; untuk mengenal dan mengalami Kristus, kita perlu mengambil bagian dalam gereja universal melalui Roh itu; dan untuk mengambil bagian dalam gereja universal, kita perlu mengambil bagian dalam gereja lokal.

(3)Anugerah,

(4)Dia, Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, adalah Allah Bapa yang kekal. Ketujuh Roh di hadapan takhta Allah, ialah Roh Allah yang beroperasi, juga adalah Allah Roh. Yesus Kristus yang menjadi Saksi setia terhadap Allah, Yang pertarna bangkit dari antara orang mati terhadap gereja, dan yang menjadi Yang berkuasa atas raja-raja di bumi terhadap dunia (ay. 5) adalah Allah Putra. Inilah Allah Tritunggal. Sebagai Allah Bapa yang kekal, Dia adalah yang sudah ada, yang ada, yang akan datang. Sebagai Allah Roh, Dia adalah Roh yang diperkuat tujuh kali lipat untuk pekerjaan Allah (lihat cat. 6). Sebagai Allah Putra, (1) Dia adalah Saksi Allah, kesaksian Allah, ekspresi Allah; (2) Yang pertama bangkit dari antara orang mati bagi gereja, ciptaan baru; dan (3) Yang berkuasa atas raja-raja bumi ini bagi dunia. Dari Allah Tritunggal yang sedemikian ini, kasih karunia dan damai sejahtera disalarkan kepada gereja-gereja.

(5)yang, Yang akan datang mungkin menyiratkan kembalinya Kristus, menunjukkan bahwa terhadap ciptaan-Nya, khususnya umat tebusan-Nya, apa adanya Allah akan lebih nyata pada saat itu daripada saat yang lalu atau saat ini.

(6)ketujuh, Ketujuh, Roh ini tentu adalah Roh Allah, sebab “Mereka” disejajarkan dengan Allah Tritunggal dalam ay. 4 dan 5. Karena tujuh adalah angka yang lengkap dalam pekejaan Allah, maka tujuh Roh pasti untuk pergerakan Allah di bumi. Dalam esens dain eksistensinya, Roh Allah adalah satu; dalam fungsi dan pekerjaan yang di perkuat dari pergerakan Allah, Roh Allah adalah tujuh kali lipat. Ini seperti kaki pelita dalam Zak_4:2 , dalam eksistensinya adalah satu kaki pelita, tetapi dalam fungsinya adalah tujuh pelita. Ketika Yohanes menulis kitab Wahyu, gereja sudah merosot dan zaman pun gelap. Sebab itu, pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi memerlukan Roh Allah yang diperkuat tujuh kali lipat. Dalam Mat_28:19 , urutan Allah Tritunggal ialah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Di sini, urutannya sudah berubah. Tujuh Roh Allah diletakkan pada uratan kedua, bukan urutan ketiga. Ini mewahyukan pentingnya fungsi ketujuh Roh Allah yang diperkuat. Hal ini ditegaskan oleh penekanan yang berulang-ulang mengenai pembahasan Roh pada 2:7,11,17, 29; 3:6,13, 22; 14:13; 22:17. Surat-surat Kiriman lain diawali dengan kasih karunia dan damai sejahtera dari Bapa dan Anak diberikan kepada penerima surat itu. Namun, di sini Roh juga dicantumkan. Dari Dia (Roh itu), kasih karunia dan damai sejahtera disalurkan kepada gereja-gereja. Hal ini juga menunjukkan pentingnya Roh itu untuk melawan kemerosotan gereja derm pergerakan Allah.

(7)roh, Lit., Roh.

sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:3

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan ckata-kata (1)nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

(1)nubuat, dalam kitab ini mengandung sifat nubuat, sebagian besar visinya mengacu kepada perkara yang akan datang. Bahkan ketujuh surat yang ditulis untuk ketujuh gereja dalam ps. 2 dan 3, atas maknanya sebagai tanda, adalah nubuat tentang gereja di bumi sarnpai kedatangan Tuhan kembali.

sumber: alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:2

“Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang (1)kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.”

(1)kesaksian, Di satu pihak, kitab ini memberi kita “wahyu Kristus”, di pihak lain, kitab ini menampakkan kepada kita “kesaksian Yesus, yaitu gereja. Kitab ini memaparkan Kristus yang diwahyukan, dan gereja yang bersaksi. Kaki pelita dalam ps. 1, kumpulan besar orang hanyak yang tertebus dalam ps. 7, perempuan yang terang benderang dan anak laki-laki dalam ps. 12, tuaian dan buah sulung dalam ps. 14, para pemenang di atas lautan kaca dalam ps. 15, pengantin perempuan yang telah siap menikah dalam ps. 19, serta Yerusalem Baru dalam ps. 21 dan 22, semuanya adalah “Kesaksian Yesus”. Kesaksian Yesus ini adalah roh nubuat (19:10) – substansi, watak, dan ciri khas nubuat. Kristus adalah Saksi Allah (1:5), adalah kesaksian dan ekspresi Allah. Gereja ialah kesaksian dan ekspresi Kristus. Dengan demikian, gereja adalah reproduksi kesaksian dan ekspresi Allah di dalam Kristus.

Sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Wahyu 1:1

“Inilah (1)wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Ia telah (2)menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes dengan perantaraan malaikat-Nya yang diutus-Nya.”

(1)wahyu, Sebagai kitab terakhir dalam Alkitab, kitab Wahyu adalah kesimpulan, kegenapan, dan perampungan segenap wahyu ilahi, yaitu seluruh Alkitab. Benih kebenaran wahyu ilahi, sebagian besar ditaburkan dalam kitab Kejadian, kitab pertama dalam Alkitab. Dalam kitab-kitab berikutnya, terutama dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, benih itu terus bertumbuh, berkembang, dan dituai dalam kitab Wahyu. Karena itu, sebagian besar perkara yang dibicarakan dalam kitab ini bukan perkara yang baru, melainkan sudah ada dalam kitab-kitab sebelumnya, kemudian disempurnakan dalam kitab ini; intinya adalah wahyu Kristus yang unik dan terakhir, kesaksian Yesus yang sempurna dan khusus, dan ekonomi Allah yang universal dan kekal. Kitab ini adalah kitab nubuat, namun bukan hanya nubuat dalam kata-kata, melainkan juga dalam visi yang ditampakkan kepada manusia. Dalam pandangan Allah, semua perkara yang dinubuatkan dalam kitab ini sudah terjadi. Karena itu, visi demi visi, semuanya ditampakkan kepada pelihatnya. Maka, sebagian besar dari kata kerja yang digunakan dalam kitab ini berbentuk kala lampau. Seluruh Alkitab mewahyukan Kristus. Sebagai kesimpulan, kegenapan, dan perampungan seluruh Alkitab, kitab Wahyu lebih-lebih adalah “wahyu Yesus Kristus”. Walaupun kitab ini juga mewahyukan banyak perkara lainnya, tapi inti wahyunya adalah Kristus. Beberapa aspek mengenai Kristus, seperti visi tentang Kristus sebagai Imam Besar di antara gereja-gereja, yang merawat gereja dalam kasih namun dengan sikap menghakimi (1:13-16); visi tentang Dia sebagai Singa-Anak Domba di tengah-tengah takhta Allah dan keempat makhluk hidup, dan di tengah-tengah kedua puluh empat tua-tua alam semesta, yang membuka tujuh meterai dari administrasi universal Allah (5:1-6:1); dan visi tentang Dia sebagai satu “Malaikat lain yang kuat”, turun dari surga, untuk memiliki seluruh bumi (10:1-8; 18:1) dan sebagainya, tidak pernah disingkapkan oleh kitab-kitab lainnya seperti dalam kitab ini.

(2)menyatakannya,; menyatakannya dengan tanda-tanda. Wahyu dalam kitab ini terutama tersusun dari tanda-tanda, yaitu lambang yang mempunyai makna rohani, misalnya : ketujuh kaki pelita yang melam-bangkan gereja-gereja; ketujuh bintang yang melambangkan utusan (malaikat) gereja-gereja (Rev_1:20) dan sebagainya. Bahkan Yerusalem Baru pun adalah suatu tanda, yang melambangkan perampungan terakhir ekonomi (rencana) Allah (ps. 21- 22). Karena itu, kitab ini adalah sebuah kitab tanda, yang membuat kita memahami wahyu. Kitab Injil Yohanes adalah sebuah kitab tanda, yang melambangkan bagaimana Kristus datang sebagai hayat kita untuk menghasilkan gereja, yaitu mempelai perempuan-Nya. Kitab Wahyu Yohanes juga adalah sebuah kitab tanda, yang menampakkan bagaimana Kristus sekarang merawat gereja, bagaimana Ia datang untuk menghakimi dan memiliki bumi ini, dan membawa gereja, pengantin perempuan-Nya, masuk ke dalam ekonomi (rencana) Allah yang penuh.

Sumber : Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin

Quiz Alkitab #6

Yesus dilahirkan sebagai Allah 100% dan Manusia 100%. Sesudah menunaikan ministri-Nya di atas bumi, Dia naik ke surga duduk disebelah kanan tahta Allah Bapa. Nah, saat ini Yesus itu Allah sajakah? atau Manusia sajakah? atau Allah juga Manusia ?

Quiz Alkitab #5

Mengapa persembahan Kain ditolak padahal dia persembahkan hasil ladang terbaiknya; dan mengapa persembahan Habel yaitu domba diterima padahal manusia waktu itu belum makan daging ?

Quiz Alkitab #4

Jika manusia TIDAK berdosa, apakah Yesus masih perlu mati ?

Quiz Alkitab #3

Dalam Yoh. 7:39 ada frase ROH ITU BELUM DATANG, jika dilihat dalam KJV ditulis THE SPIRIT WAS NOT YET (Roh itu belum ada). jika belum datang berarti sudah ADA tapi masih belum datang; tapi jika belum ada berarti memang sebelumnya tidak ada. bagaimana memahami hal ini ?

Joh 7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Joh 7:39 (But this spake he of the Spirit which they that believe on him should receive for the Holy Ghost was not yet; because that Jesus was not yet glorified

Quiz Alkitab #2

Dalam silsilah Tuhan Yesus di Matius pasal 1 tertulis bahwa ada 3 generasi, dan tiap generasi terdiri dari 14 nama/orang; berarti totalnya 3×14 nama = 42 nama/orang. Coba hitunglah nama-nama dalam silsilah Tuhan Yesus itu ada berapa nama/orang? bagaimana penjelasannya ?