“Dari Yohanes kepada 1ketujuh bjemaat yang di 2Asia Kecil: 3Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari 4Dia, yang ada dan yang sudah ada dan 5yang akan datang, dan dari 6ketujuh 7roh yang ada di hadapan takhta-Nya,”
(1)ketujuh, “Tujuh” adalah angka kelengkapan dalam pekerjaan Allah, misalnya untuk penciptaan Allah ada tujuh hari (Kej. 1:31-23), untuk pergerakan Allah di bumi ada tujuh meterai (5:5), tujuh sangkakala (8:2), dan tujuh cawan (15:7). Karena itu, tujuh gereja adalah untuk kelengkapan pergerakan Allah.
(2)Asia adalah salah satu propinsi dalam Kekaisaran Romawi kuno. Di propinsi itu ada tujuh kota yang disebut dalam ps.11. Ketujuh gereja bukan berada di satu kota, melainkan tersebar di ketujuh kota itu. Kitab ini tidak membicarakan satu gereja universal, melainkan membicarakan gereja-gereja lokal di kota-kota. Mula-mula dalam Mat.16:18 diwahyukan bahwa gereja itu bersifat universal, selanjutnya dalam Mat. 18:17 diwahyukan bahwa gereja bersifat lokal. Dalam kitab Kisah Para Rasul, gereja dilaksanakan secara lokal, misalnya, gereja di Yerusalem (Kis.8:1), gereja di Antiokhia (Kis.13:1), gereja di Efesus (Kis.20:17), dan gereja-gereja di propinsi Siria dan Kilikia (Kis.15:41). Selain beberapa pucuk yang ditulis untuk perorangan, semua Surat Kiriman (rasul) ditulis untuk gereja-gereja lokal. Tidak ada surat yang ditulis untuk gereja universal. Tanpa gereja lokal, tidak akan ada pelaksanaan dan penyataan gereja universal. Gereja universal terwujud dalam gereja-gereja lokal. Pengenalan terhadap gereja pada aspek universalnya harus disempurnakan dengan pengenalan terhadap gereja pada aspek lokalnya. Mengenal dan melaksanakan gereja lokal adalah suatu kemajuan besar bagi kita. Mengenai gereja, kitab Wahyu membahasnya pada tahap yang sudah maju. Untuk memahami kitab ini, kita harus maju dari memahami gereja universal sampai mengenal dan melaksanakan gereja lokal, karena kitab ini ditulis untuk gereja lokal. Hanya orang-orang dalam gereja lokal yang berada dalam posisi yang tepat, memiliki sudut dan titik pandang yang tepat untuk melihat visi dalam kitab ini. Allah Tritunggal diekspresikan dalam Kristus (Yoh.1:1, 14; 1Tim_3:16; Kol_2:9); Kristus dikenal dan dialami sebagai Roh itu (Yoh._14:16-18; 1Kor_15:45; 2Kor_3:17; Rom_8:9; Fil_1:19), dan diekspresikan dalam Tubuh-Nya, yaitu gereja universal (Efs_1:22-23; 1Kor_12:12; Efs_4:4); dan gereja universal diekspresikan dalam gereja-gereja lokal. Sebab itu, untuk mengenal dan mengalami Allah, kita perlu mengenal dan mengalami Kristus; untuk mengenal dan mengalami Kristus, kita perlu mengambil bagian dalam gereja universal melalui Roh itu; dan untuk mengambil bagian dalam gereja universal, kita perlu mengambil bagian dalam gereja lokal.
(3)Anugerah,
(4)Dia, Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, adalah Allah Bapa yang kekal. Ketujuh Roh di hadapan takhta Allah, ialah Roh Allah yang beroperasi, juga adalah Allah Roh. Yesus Kristus yang menjadi Saksi setia terhadap Allah, Yang pertarna bangkit dari antara orang mati terhadap gereja, dan yang menjadi Yang berkuasa atas raja-raja di bumi terhadap dunia (ay. 5) adalah Allah Putra. Inilah Allah Tritunggal. Sebagai Allah Bapa yang kekal, Dia adalah yang sudah ada, yang ada, yang akan datang. Sebagai Allah Roh, Dia adalah Roh yang diperkuat tujuh kali lipat untuk pekerjaan Allah (lihat cat. 6). Sebagai Allah Putra, (1) Dia adalah Saksi Allah, kesaksian Allah, ekspresi Allah; (2) Yang pertama bangkit dari antara orang mati bagi gereja, ciptaan baru; dan (3) Yang berkuasa atas raja-raja bumi ini bagi dunia. Dari Allah Tritunggal yang sedemikian ini, kasih karunia dan damai sejahtera disalarkan kepada gereja-gereja.
(5)yang, Yang akan datang mungkin menyiratkan kembalinya Kristus, menunjukkan bahwa terhadap ciptaan-Nya, khususnya umat tebusan-Nya, apa adanya Allah akan lebih nyata pada saat itu daripada saat yang lalu atau saat ini.
(6)ketujuh, Ketujuh, Roh ini tentu adalah Roh Allah, sebab “Mereka” disejajarkan dengan Allah Tritunggal dalam ay. 4 dan 5. Karena tujuh adalah angka yang lengkap dalam pekejaan Allah, maka tujuh Roh pasti untuk pergerakan Allah di bumi. Dalam esens dain eksistensinya, Roh Allah adalah satu; dalam fungsi dan pekerjaan yang di perkuat dari pergerakan Allah, Roh Allah adalah tujuh kali lipat. Ini seperti kaki pelita dalam Zak_4:2 , dalam eksistensinya adalah satu kaki pelita, tetapi dalam fungsinya adalah tujuh pelita. Ketika Yohanes menulis kitab Wahyu, gereja sudah merosot dan zaman pun gelap. Sebab itu, pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi memerlukan Roh Allah yang diperkuat tujuh kali lipat. Dalam Mat_28:19 , urutan Allah Tritunggal ialah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Di sini, urutannya sudah berubah. Tujuh Roh Allah diletakkan pada uratan kedua, bukan urutan ketiga. Ini mewahyukan pentingnya fungsi ketujuh Roh Allah yang diperkuat. Hal ini ditegaskan oleh penekanan yang berulang-ulang mengenai pembahasan Roh pada 2:7,11,17, 29; 3:6,13, 22; 14:13; 22:17. Surat-surat Kiriman lain diawali dengan kasih karunia dan damai sejahtera dari Bapa dan Anak diberikan kepada penerima surat itu. Namun, di sini Roh juga dicantumkan. Dari Dia (Roh itu), kasih karunia dan damai sejahtera disalurkan kepada gereja-gereja. Hal ini juga menunjukkan pentingnya Roh itu untuk melawan kemerosotan gereja derm pergerakan Allah.
(7)roh, Lit., Roh.
sumber: Alkitab PB dengan catatan kaki versi pemulihan terbitan LAI & Yasperin