Dalam sebuah majalah yang sangat laris pernah memuat satu cerita yang demikian. Di suatu kota besar, persatuan tukang cukur mengadakan satu rapat tahuan di suatu hotel besar. Dalam rapat itu ada orang yang mengusulkan, untuk melakukan satu propaganda yang lucu. Mereka pergi ke lorong yang kumuh, menemukan satu pemabuk yang sdang rebah di pinggir jalan, lalu membawanya kembali ke hotel, lalu dimandikan, dicukur rambutnya, diberi pakaian yang rapi.
Mulai dari awal, setiap tahapan difoto, supaya orang lain dapat melihat dia mulai dari satu orang yang sangat dekil, kotor, menakutkan orang, dan kasihan, satu tahap demi satu tahap berubah menjadi gentlemen yang gagah dan anggun, melalui ini untuk menyatakan keunggulan tekhnik cukur mereka. Direktur hotel tertaik dengan rencana ini, dengan penuh simpati akan mengudang pemabuk yang melewati dadanan yang baik menjadi pegawai dalam hotelnya. Pemabuk itu berjanji besul pukul delapanpagi mulai masuk kerja. Siapa tahu besok pagi pukul delapan tidak kelihatan dia tiba, sampai malam waktu makan malam, tetap tidak kelihatan batang hidungnya. Direktur hotel itu penasaran, ingin tahu apa yang terjadi, menurut informasi yang dia terima, pergi ke tempat asalnya para tukang rambut cukur itu menemukannya, ternyata pemabuk itu sedang terkulai tidur di pinggir selokan, bajunya menjadi kacau balau lagi. Direktur itu menggelengkan kepala mengeluh, “Meskipun tukang cukur rambut bisa mengubah penampilan lahiriah pemabuk itu menjadi bersih dan tampan, tetapi kalau mereka tidak bisa membersihkan batinnya, mengubah batinnya, mereka tidak bisa berbuat sesuatu untuknya.
Penuntutan perbaikan moral oleh rekayasa manusia, semuanya adalah perbaikan lahiriah, semuanya sama seperti pekerjaan tukang cukur yang menghiasi wajah manusia, tidak bisa mengubah batin manusia. Allah tidak menyuruh orang memperbaiki luaran manusia, tetapi memberi manusia hayat yang baru, mengubah batin manusia.
Pada suatu hari Ev. John Sung di Beijing memberitakan “Kristus Juruselamat seluruh dunia”. Selesai memberitakan khotbah itu, seorang dokter Tiongkok bertanya kepadanya, “Kristus lahir tidak lebih dari dua ribu tahun yagn lalu, sebelumnya kita sudah memiliki mahaguru Kongfusius; bagaimana bisa mengatakan hanya Kristuslah Juruselamat seluruh dunia? Kita sudah merasa cukup dengan pengajaran Kongfusius dan orang bijak yang lainnya.” Ev. Sung berkata, “Anda berkata Kristus lahir pada dua ribu tahun yang lalu. Tetapi ketahuilah, sebelum Dia menjadi manusia, Dia sudah ada.” Tuhan Yesus berkata, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada.’ Saya tidak menolak Kongfusius dan pengajarannya, tetapi ada satu kebaikan apa yang Anda dapatkan karena Kongfusius atau karena pengajarannya?” Dokter itu menjawab, “Perkataan Kongfusius tidak seperti sepotong daging, setelah memakannya akan merasa kenyang, memerlukan jangka waktu yang panjang baru bisa kelihatan hasilnya.” Ev. Sun berkata, “Sepotong daging tentunya tidak bisa begitu dimakan langsung bisa dicerna menjadi darah dan daging kita; namun asal penciuman kita normal, ketika makan bisa segera merasakan cita rasanya. Suatu pengajaran yang baik sama seperti kalung berlian, kalau dikenakan di leher kelihatannya indah, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit; namun firman Kristus bukan hanya suatu pengajaran saja, juga roh dan hayat (Lihat. Yoh. 6:63), siapa yang menerima-Nya, akan dari Tuhan mendapatkan hayat yang baru.” Dokter itu berkata, “Hayat baru ini, perubahan baru ini, tidak bisa datang dari luar, hanya bisa bersandarkan usaha kita sendiri.” Ev. Sung berkata, Kita harus menerima hayat yang baru, tetapi kita tidak bisa dengan kekuatan kita sendiri untuk mendapatkan hayat baru. Sebatang pohon yang buahnya pahit, tidak bisa bersandarkan usahanya sendiri mengubah buahnya menjadi manis; tetapi bisa dengan cara okulasi mendapatkan buah yang manis. Demikian juga, orang dosa bisa melalui menerima Tuhan Yesus, mendapatkan hayat yang baru, menjadi manusia baru; inilah beroleh selamat.”
(sumber: literatur Yasperin)