Arsip Kategori: obat

ANGKAK Pangkas Kolestrol Tanpa Obat

UNTUK menurunkan kadar kolesterol yang kadang melambung ternyata tak harus selalu minum obat yang diresepkan dokter. Dengan hanya melakukan suplementasi dan kombinasi gaya hidup sehat, kolesterol ternyata dapat diatasi secara efektif, bahkan sebaik obat penurun kolesterol.

Sebuah penelitian terbaru di AS belum lama ini menunjukkan, diet beras merah cina (angkak) plus suplementasi minyak ikan yang diimbangi program konseling, olahraga, dan relaksasi ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol buruk (low density lipoprotein/LDL). Model diet ini juga lebih efektif dalam menurunkan berat badan.

Menurut Dr David J Becker, ilmuwan dari University of Pennsylvania Health System’s Chestnut Hill Hospital, partisipan pengidap kolesterol tinggi yang menjalani program diet nasi angkak dan minyak ikan berhasil menurunkan kadar kolesterol LDL 40 persen. Penurunan ini sama halnya dengan pasien yang meminum obat simvastatin 40 milligram setiap hari.

Tak hanya itu saja, partisipan yang menjalani diet angkak dan minyak ikan mencatat rata-rata penurunan hingga 10 pon atau hampir 5 kilogram selama 12 pekan. Sedangkan, mereka yang meminum statin hanya mengalami pengurangan berat badan kurang dari satu pon.

Sebelum menggagas riset ini, Becker melibatkan para pasein yang berisiko sakit jantung untuk mengikuti program gaya hidup sehat selama 13 tahun. “Orang memiliki keinginan sama untuk menggunakan statin, dan ketika mereka melakukannya kadar kolesterol yang turun mungkin hanya sekitar 5 persen,” ungkap Becker seperti dikutip Reuters Health.

Lalu, ia memutuskan untuk melakukan penelitian setelah melihat banyak pasien yang sukses dalam menurunkan kolesterol berkat konsumsi nasi merah dan minyak ikan

Dengan izin dari negara bagian Pennsylvania, Becker dan timnya memilih secara acak 74 pasien untuk dilibatkan dalam risetnya. Partisipan dibagi dua kelompok, yakni mereka yang mendapat pengobatan simvastatin (Zocor) 40 miligram setiap hari bersama informasi tercetak tentang perubahan gaya hidup dan kelompok yang diberi tiga kapsul minyak ikan plus 600 miligram nasi merah setiap hari bersama program konseling selama 12 minggu.

Kolesterol LDL tercatat menurun hingga 42,4 persen pada kelompok nasi merah sedangkan pada kelompok simvastatin 39,6 persen. Kadar trigliserida tidak menunjukkan perubahan pada kelompok yang menerima statin, tetapi pada kelompok nasi merah ada penurunan hingga 29 persen, Becker dan timnya memperkirakan perbedaan penurunan ini mungkin disebabkan khasiat minyak ikan. Partisipan di kelompok beras merah ini tercatat kehilangan berat rata-rata 4,7 kilogram, sedangkan pada kelompok statin hanya 0,3 kilogram.

Angkak adalah beras merah yang difermentasi atau dikenal juga dengan sebutan hong ku. Angkak juga sering digunakan untuk pengobatan dan sebagai rempah di Asia selama berabad-abad.

Menurut riset, angkak mengandung zat yang disebut monacolin-K yang hampir identik dengan obat penurun kolesterol- lovastatin (Mevacor), dan beberapa jenis monacolins lainnya juga diyakni memiliki faedah sebagai anti kolesterol.

Becker menambahkan, jika ada penelitian lain yang mendukung hasil risetnya, ada kemungkinan penemuan ini menawarkan sebuah alternatif bagi pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi tetapi tak ingin meminum obat statin atau tidak dapat menolerasi obat-obatan.

Namun begitu, tambahnya, pasien yang sudah divonis sakit jantung seharusnya tetap mengonsumsi statin sebab obat ini telah terbukti menurunkan angka kematian.

Becker juga memperingatkan untuk tidak mengonsumsi angkak sembarangan. Hasil sebuah analisis dari ConsumerLab menemukan bahwa produk angkak sangat bervariasi dalam hal potensinya, dan beberapa di antaranya terkontaminasi dengan bahan-bahan beracun seperti citrinin.

Sumber: Mayo Clinic Proceedings – kompas.com

http://www.resep.web.id/obat/angkak-pangkas-kolesterol-tanpa-obat.htm

SUKUN, maknyus buahnya, berkhasiat daunnya

Ternyata penyakit no.1 yang paling mematikan dan banyak diderita oleh penduduk Indonesia adalah JANTUNG KORONER. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan di dinding nadi koroner yang disebabkan oleh endapan lemak dan kolestrol sehingga menyebabkan suplaian darah yang membawa oksigen ke jantung terganggu.
Pola diet/makan, pola hidup, merokok, darah tinggi, dan stress menjadi faktor-faktor signikan yang memberi andil bagi munculnya penyakit ini. Karena itu level kolestrol seseorang selalu menjadi indikator kunci pencegahan penyakit jantung ini, sebab telah ditemukan ‘gen’ yang berkaitan dengan tingginya level trigliserida dalam darah. Trigliserida sendiri merupakan sumber besar energi manusia yang diproduksi oleh hati (berasal dari makanan)
Memang dengan kemajuan dunia medis jaman ini, penyakit ini tidak lagi “sulit” diatasi yang pada kenyataannya orang baru mengantisipasinya ketika sudah mulai serius penyakitnya, sehingga resiko meninggalnya juga semakin besar. Diperparah jika dibutuhkan tindakan medis maka biayanya bisa lebih “tinggi” dari langit. kembali lagi kepada pepatah medis “lebih baik mencegah daripada mengobati”, maka marilah kita menCEGAHnya.
Olahraga adalah harga mati. Namun ada satu tanaman yaitu SUKUN yang dari penelitian LIPI (Tjandrawati M Ozef dkk) mendapatkan khasiat daun sukun bagi pembuluh darah.
Masyarakat Indonesia tidaklah asing dengan buah sukun. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian daging yang empuk mirip roti sehingga orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti” (bread fruit), dan orang Jawa mengartikan sukun sebagai “tanpa biji”. Sukun adalah tanaman kultivar (varietas yang dibudidayakan oleh petani) yang terseleksi.
Penduduk Indonesia secara traditional memanfaatkan daun sukun untuk pengobatan penyakit hati, peradangan, jantung, ginjal, sakit gigi dan gatal-gatal. Masyarakat taiwan secara tradisonal juga memanfaatkan akar dan batangnya bagi pengobatan penyakit hati dan darah tinggi.

Penelitian yang dilakukan LIPI mendapati bahwa khasiat daun sukun meliputi :

1. Penggumpalan trombosit (agregasi platelet)
2. Kekentalan darah (vikositas darah)
3. Kurangnya aliran darah pada jantung (iskemia akut)

Studi ini mencakup : Penebalan pembuluh darah akibat penumpukan lemak (atherosclerosis) yang mencakup akumulasi lemak (lipid) pada aorta dan kolestrol darah.

Studi dalam tubuh hidup (in vivo) mendapati bahwa ekstrak etil asetat yang mengandung flavoniod (suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, dan biru; dimana sebagai zat warna kuning ditemukan pada tumbuh-tmbuhan) dosis 150 mg/kg berat badan mampu menurunkan kadar kolestrol dalam darah secara signifikan.
Sukun mampu menghambat akumulasi lemak pada dinding pembulu darah aorta dan tidak bersifat racun.
Cara memanfaatkan sukun untuk penyakit jantung (dan pencegahannya) adalah sebagai berikut :

1. Ambil 1 lembar daun sukun tua, cuci dengan air bersih dan dijemur hingga kering (boleh juga dirajang tipis)
2. Rebuslah daun sukun tadi dalam panci enamel, porselen, keramik, kaca atau gerabah (sebaiknya hindari yang logam) dengan 5 gelas air hingga tersisa 2,5 gelas
3. Lalu tambahkan 2,5 gelas air lagi hingga totalnya mencapai 5 gelas
4. Saringlah rebusan air itu (warna seperti teh) dan siap diminum untuk 1 hari itu saja (jangan diinapkan hingga esok hari, hanya dikonsumsi untuk hari itu saja)
5. Tetap perhatikan dan ikuti instruksi yang berikan oleh dokter anda (ada yang dianjuri untuk membatasi jumlah asupan minum tiap harinya dll)

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2002879-sukun-ternyata-berkhasiat-medikal/