Arsip Kategori: Penyakit

Jangan Minum Air Putih Sambil Berdiri!!

KITA sering mendengar saran agar bisa minum air putih banyak demi kesehatan. Namun jika cara kita salah saat minum air putih itu maka bisa merugikan kesehatan.
Suatu kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur, membuktikan bahwa air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk lebih baik dibandingkan kita minum dengan cara berdiri.Air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter.
Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Cara mengatasinya :
1. biasakan minum duduk.
2. banyak minum air putih tapi jangan kebablasan dan jangan terburu-buru

Sumber : tribunnews.com

VERTIGO , BISA AWAL DARI STROKE

Ini ternyata gangguan kesehatan yang banyak diderita orang. Bila Anda pernah mengalami pusing tujuh keliling, bahkan, disertai muntah-muntah, boleh jadi Anda termasuk salah satu penderitanya. Supaya cepat dapat disembuhkan, cepat-cepatlah berkonsultasi dengan dokter.*

Pada umumnya sehabis tidur nyenyak semalaman, badan kita akan terasa segar kembali. Rasa lesu dan capek pun hilang. Sebaliknya, kalau saat bangun tidur kepala malah terasa pusing atau berputar (sehingga mengakibatkan tubuh sempoyongan saat kita mencoba berjalan), lalu dibarengi pula rasa mual, dalam hati kita langsung bertanya-tanya, jangan-jangan ada yang kurang beres di bagian kepala kita. Betul! Gejala sempoyongan biasanya dihubungkan dengan gangguan pada sistem keseimbangan yang sering disebut vertigo.

Gangguan keseimbangan ini cukup beragam, sehingga banyak di antara para penderita sulit mengemukakan keluhannya secara rinci dan tepat. Ada yang muncul saat berbaring pada posisi tertentu, ada yang saat tengadah. Ada lagi penderita yang gejalanya mereda sendiri setelah mengalami vertigo selama beberapa hari. Namun setelah mereda, penderita masih diganggu oleh rasa tidak stabil seolah berada di atas kapal yang diombang-ambingkan ombak. Ada pula vertigo yang baru muncul setiap kita berhadapan dengan keramaian, atau sebaliknya, saat kita berada di tengah lapangan luas yang kurang penerangan.
Jangan dilupakan pula vertigo yang banyak dialami oleh para penyelam yang belum berpengalaman, karena kehilangan orientasi sehingga merasa cemas bercampur bingung.

*Telinga kemasukan air*

Untuk bisa mengetahui duduk perkara munculnya “penyakit” ini, kita perlu menengok sistem keseimbangan tubuh. Dalam otak terdapat alat keseimbangan tubuh sentral dan alat keseimbangan perifer (tepi). Otak kecil (*cerebellum*) yang letaknya di bagian belakang kepala merupakan pusat keseimbangan sentral. Sebab itu kalau kepala bagian belakang terbentur atau cedera pasti sistem keseimbangan kita akan terganggu dan muncullah gangguan vertigo.
Sedangkan alat keseimbangan perifer meliputi alat keseimbangan dalam telinga (*vestibular*). Sifatnya sangat sensitif terhadap perubahan atau kelainan apa pun pada organ tersebut. Misalnya akibat salesma berat, masuk angin, atau kurang tidur terjadi infeksi pada telinga, sehingga aliran darah kurang sempurna. Semuanya ini bisa menyebabkan vertigo.

“Vertigo karena gangguan pada sistem *vestibular* ini datangnya bisa mendadak (akut) dan dirasakan berat,” kata dr. Robert Loho Sp.S. dari RS Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang. “Penderita merasa seolah-olah berputar, pusing tujuh keliling sampai mual dan muntah-muntah.”
Begitupun, menurut spesialis penyakit saraf ini, penanggulangan gangguan ini pada umumnya mudah dan cepat. “Dengan memberikan obat khusus, gangguan akan segera reda,” tambah Robert Loho.

Pemeliharaan keseimbangan tubuh memang dikendalikan oleh gerakan volunter (sengaja) dan reflektoris (refleks) kepala, leher, badan dan anggota gerak, bola mata, serta gerakan involunter organ tubuh bagian dalam. Arah sempoyongan yang dirasakan penderita selalu ke sisi yang terganggu, diikuti gangguan pandangan mata yang seolah-olah gelap serta gangguan organ dalam yang menyebabkan rasa mual dan muntah.

Selain karena gangguan pada organ telinga, vertigo bisa juga muncul karena gangguan pada mata atau leher. Misalnya, ukuran lensa antara mata kiri dan kanan berbeda jauh, atau terjadi gangguan pada sumbu mata sehingga penglihatan menjadi rangkap.

*Fasilitas kerja yang ergonomis*

Gejala vertigo seringkali dikacaukan dengan gejala migren, padahal kedua hal ini tidak sama. Pada migren, sakit kepala terasa berdenyut-denyut pada satu sisi, serangan berlangsung 4 – 72 jam. Intensitas serangan bisa sedang sampai hebat disertai mual, acap kali sampai takut pada cahaya atau suara.

Banyak penderita migren mengalami gejala serangan distorsi dalam bentuk, posisi, waktu, dan tempat yang aneh. Gejala yang lebih parah, penglihatan berkurang-kunang, di tengah lapang pandangnya muncul bintik-bintik terang benderang (aura). Dalam beberapa saat bintik menjadi sebesar telur yang menyebar ke samping kiri. Tampak kabur atau gelap di tengahnya, dikelilingi cahaya terang. Bayangan ini setelah lima menit memudar pelahan-lahan. Tapi kemudian rasa nyeri di sebelah kepala mulai datang. Penderitanya jauh lebih
sedikit dibandingkan penderita vertigo.

Penderitaan karena vertigo pada umumnya tidak seberat itu, kecuali kalau penyebabnya serius, seperti awal stroke atau tumor. Namun begitu diketahui penyebabnya, dengan obat tertentu gejala mudah dihilangkan.

Penyebab vertigo terbanyak, ungkap dr. Robert Loho, adalah gangguan pada leher. Muasalnya, tulang dan otot berfungsi sebagai struktur penyangga atau pendukung leher. Maka pengapuran pada tulang leher mudah menimbulkan ketegangan pada otot leher yang pada gilirannya akan memunculkan gejala vertigo. Ibarat selembar layangan, bila keseimbangan kiri dan kanannya tidak sama, maka layangan akan mudah oleng. Demikian juga yang terjadi pada kita bila terjadi gangguan pada leher.

“Banyak gangguan pada leher terjadi akibat pola hidup atau volume kerja tidak seimbang,” tutur dr. Robert. “Bagaimana stres tidak terjadi kalau saat masih gelap kita sudah berangkat bekerja dan baru pulang ketika hari sudah gelap? Dengan pola kerja demikian berarti kita tidak sempat untuk berolahraga maupun bersantai sedikit pun.”

Dokter ahli saraf ini mengingatkan, pekerjaan mengetik dengan posisi layar monitor komputer terlalu tinggi pun bisa menyebabkan vertigo (akibat ketegangan pada leher). Apalagi kalau kebiasaan ini dilakukan sampai
bertahun-tahun. Posisi layar monitor akan lebih baik apabila tidak memerlukan posisi kepala tengadah, melainkan agak menunduk. Belum lagi kursi yang kurang ergonomis. Kursi putar hendaknya yang bisa berputar 900. Kalau hanya 45 0 terjadi batasan perputaran badan. Dengan sendirinya ini akan membebani leher dan pundak.

Kasus vertigo karena gangguan leher, selain diatasi dengan obat, juga dengan fisioterapi berupa latihan relaksasi untuk daerah leher. “Kalau perlu dilakukan traksi (otot-otot yang kaku ditarik) agar ruas yang menyempit bisa dipulihkan,” kata dr. Robert.

*Gejala stroke?*

Bagaimana dengan timbulnya vertigo yang melibatkan organ otak sentral? Selain akibat cedera atau memar pada kepala belakang, ini bisa terjadi karena suplai darah ke otak berkurang atau tidak lancar. Bila aliran darah ke otak kecil kurang dari 50 ml/detik, maka seseorang akan mengalami vertigo, yang apabila tidak segera ditanggulangi bisa menimbulkan stroke.

Seseorang yang acapkali mengalami vertigo (bukan akibat benturan), disusul dengan gangguan wicara, misalnya mulai sulit menyebutkan apa yang dimaksud, patut dicurigai sebagai awal dari serangan stroke. Ia perlu segera dirawat. Apalagi bila gejala itu disertai hipertensi dan kadar kolesterol tinggi.
“Sulitnya, banyak pasien yang tidak mengindahkan gejala awal stroke ini, sehingga datang dalam keadaan sudah parah,” lanjut dr. Robert.

Padahal pemeriksaan dengan alat canggih MRI (*magnetic resonance imaging*) akan mengungkap jelas apakah penderita benar mengalami gangguan pada pembuluh darah otak. Dengan obat pelancar aliran darah gangguan akan segera teratasi, sambil terus dipantau apakah gangguan kambuh kembali.

Kasus vertigo paling berat kalau disebabkan tumbuhnya tumor pada otak kecil atau dekat organ telinga. Pada umumnya gejala tidak akut, tapi kronik dan progresif. Artinya gejala yang dirasakan sesuai dengan pertumbuhan tumor.
Semakin besar tumornya, semakin berat gejalanya. Adakalanya pula diikuti gejala telinga mendengung yang terus menerus. Dalam hal ini, cara penanggulangan satu-satunya ya operasi untuk menyingkirkan tumor, ditambah penyinaran.

Penting dicatat, bila kita berkali-kali merasakan sempoyongan, jelaskan secara rinci kepada dokter bagaimana riwayat pusing kita itu. Dengan demikian dokter dapat menggolongkan, vertigo kita termasuk berat atau ringan. Kasus ringan (walaupun gejalanya belum tentu ringan) kebanyakan tidak menimbulkan kerusakan pada organ tubuh. Ambil contoh vertigo karena stres. Penderita bisa saja mengalami gejala kepala berputar tujuh keliling sampai muntah-muntah. Namun begitu stres dapat dihilangkan, gejala akan
sirna.

Juga termasuk ringan kalau vertigo terjadi sesaat setelah kita berganti posisi. Mungkin gara-garanya ada gangguan pada sistem vertibuler atau kepala habis terbentur. Dokter pun akan menganjurkan pasien untuk berlatih justru pada posisi ketika muncul vertigo. Latihan dilakukan secara bertahap.
“Gejala seperti ini jangan dimanjakan sampai bertahun-tahun,” anjur dr. Robert. “Tapi secara pelahan-lahan justru dilatih pada posisi yang terganggu.”

Bila Anda sering merasa sempoyongan saat bangun tidur, janganlah bangun langsung berdiri. Lakukanlah secara pelahan-lahan, mulai dengan posisi duduk sebentar, baru berdiri. Kalau vertigo itu diduga karena gangguan telinga atau mata, hendaknya segera periksakan diri ke dokter spesialis THT atau mata.

Karena pada umumnya bukan merupakan gangguan kesehatan serius, semakin dini penanganannya, vertigo akan semakin cepat dapat diatasi.
*(Nanny Selamihardja)*

*http://www.indomedia.com/intisari/2001/Apr/vertigo.htm

THE RIGHT APPROACH TO FIGHT CANCER

Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa bertumbuh, atau pun berkembang.

Ada beberapa kasus yang terjadi dan sangat penting. Mohon baca dengan sabar dan sampaikan kasus tersebut kepada orang lain. Jika Anda sudah membaca, ulangi baca kembali, terutama menu berkaitan dengan makanan yang ber pH asam dan ber pH basa. Bacalah beberapa kali supaya bisa mengingat menu makanan tersebut. Sekali lagi mohon baca dengan penuh sabar. Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda sendiri dan juga keluarga.

30 tahun yang lalu, Pak Zhang berkerja di Departemen Penjualan Umum, PT Taipei Brewery. Beliau telah mengikuti Ujian Seleksi untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, dan beliau lulus dengan nilai tertinggi. Kasihan, sebelum beliau berangkat dilakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit umum dan ditemukan tumor ganas di dalam paru-parunya, sebesar kepalan tangan anak kecil. Dengan demikian, harapan melanjutkan pelajarannya di luar negeri pupus.

Pak Zhang merasa sangat kecewa. Dia menduga bahwa hasil pemeriksaan itu mungkin bisa salah. Jadi dia lalu pergi ke rumah sakit lain untuk memeriksakan kembali tetapi hasil pemeriksaan kali ini pun positif juga. Maka Pak Zhang, yang masih muda, putus harapan setelah dikonfirmasi bahwa dia benar-benar terkena penyakit kanker paru-paru. Dia pun menelpon beberapa kali kepada Pak Wei, teman sekelasnya, yang bertugas
sebagai sekretaris Walikota Daerah Huangsun, Pemerintah Wilayah Taidong.

Setelah mendengar berita sedih dari Pak Zhang, kemudian Pak Wei pun langsung berangkat ke Taipei pada hari minggu menemuinya. Pak Zhang, dengan putus harapan dan sangat pessimis, memberitahukan Pak Wei hal penyakit yang buruk itu dengan panjang lebar, dan meminta temannya membantu mengurus hal-hal pribadinya jika dia meninggal dunia. Pak Wei lalu teringat teman baiknya, Dr. Lu, yang memimpin Rumah Sakit Maijie pada tahun 1949-55. Beliau adalah seorang peneliti dan spesialis penyakit kanker.

Dia minta Pak Zhang menjumpai Dr. Lu untuk perobatan dengan segera. Pada awalnya Pak Zhang tidak mau berkonsultasi dengan doctor lagi karena hasil pemeriksaan baru akan menambah kesengsaraan untuknya. Tetapi kata Pak Wei sudah buat janji dengan Dr. Lu. Jadi Pak Zhang pun merasa wajib menemui Dr. Lu didampingi Pak Wei.

Waktu bertemu, Dr. Lu berkata,”Pak Wei adalah teman baik saya. Boleh dikatakan perkenalan ini merupakan satu pertemuan yang sangat baik. Saya mau bertanya kenapa penyakit kanker adalah yang mematikan?” Pak
Zhang dan Pak Wei tidak bisa menjawab.

Dr. Lu menjelaskan, ” Sampai saat ini cumah ada 2 cara digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Yang pertama harus menghilangkan bibit penyakit kanker. Yang kedua meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit kanker. Nah, walaupun Cobalt 60 atau obat-obatan lain digunakan, yang mengherankan sekali, sel kanker belum bisa dimatikan, tetapi yang lebih dulu dimatikan adalah sel yang sehat.
Juga apa pun bahan gizi atau suplemen yang dimakan, sel kanker dengan cepat mengabsorsi gizi atau suplemen tersebut sebelum sel sehat mengabsorsinya. Ini mengakibatkan sel kanker berkembang cepat dalam tubuh. Dengan demikian, boleh dikatakan kedua cara pengobatan ini akan gagal dan menyebabkan kematian.”

Dr. Lu meneruskan,” Manusia adalah makhluk yang paling cerdas dan telah sukses mengantar angkasawan ke bulan. Kenapa tidak ada seorang pun yang bertanya kedua cara pengobatan penyakit kanker tersebut yang
gagal dan menyebabkan kematian dan tidak mengusahakan dengan cara pengobatan yang ke3? Waktu saya buat penelitian klinis di Rumah Sakit Majie, ada banyak kesempatan untuk saya berkerja sama dengan kolega yang sering membantu saya. Pendapat saya dari hasil pemeriksaan tersebut bahwa darah pasien kanker menujukkan 100% pHnya asam.

Ternyata biarawan dan biarawati Buddhis yang tinggal dilingkungan alam dan hanya makan sayur selama
hidupnya, darah mereka rata-rata dalam kondisi darah ber pH basa yang rendah dan tidak ada satu pun diantara mereka dideteksi penyakit kanker. Dengan demikian, saya berani berpendapat dalam kondisi darah ber pH basa yang rendah, sel kanker tidak akan bertumbuh atau pun berkembang.

Pak Zhang, saya sarankan bahwa mulai sekarang kamu mengurangi makanan daging dan mengkonsumsi makanan sayur-sayuran. Kamu bisa makan ganggang hijau dan sup kenari. Mengubah kondisi tubuh dan mencoba serius cara hidup didalam lingkungan alam. Jika kamu akan hidup dalam 5 tahun ini, kamu sudah aman. Kamu akan bernasib baik.”

Pak Zhang mengikuti nasehat Dr. Lu dengan serius untuk merubah kebiasaan pola makan. Setiap hari dia makan ganggang hijau, minum sup kenari dan membuat dia optimis melakukan olahraga yang cukup. Satu tahun kemudian, dia melakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit yang sama. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor kanker tidak bertambah besar tetapi semakin mengecil. Ini adalah satu keajaiban untuk staff rumah sakit yang memeriksa dia. Lima tahun kemudian, tumor kanker hampir hilang seluruhnya. Sekarang sudah hampir 40 tahun, kesehatan Pak Zhang benar-benar sudah normal dan kehidupannya sangat
menyenangkan.

Setelah kasus Pak Zhang, Pak Chen Tianshou, seorang mantan Kepala Administrasi Umum di Rumah Sakit Provinsi Taidong, juga didiagnosa terkena penyakit kanker paru-paru. Saat diketahui Pak Wei, dia menceritakan kepada Pak Chen apa yang terjadi kepada Pak Zhang. Pak Chen pun mengikuti rekomendasi Dr. Lu untuk merubah pola makan sama seperti yang dilakukan oleh Pak Zhang. Dan akhirnya, Pak Chen pun sembuh dari penyakit kanker.

Pada saat itu, Dr. Lu dan keluarganya sudah migrasi ke Amerika. Waktu dia pulang ke Taiwan dan bertemu Pak Wei, diceritakan kabar kesembuhan Pak Zhang dan Pak Chen. Pak Wei mengusulkan kepada Dr. Lu supaya Pak Zhang dan Pak Chen melapor sendiri tentang kesembuhannya. Diharap Dr. Lu bisa menerbitkan suatu laporan mengenai metode penyembuhan penyakit kanker dengan merubah pola makan.

Dengan rendah hati, Dr. Lu menjawab,” Saya sudah usia tua dan tidak ada catatan klinis dua kasus ini. Beritahukan saja kepada teman-teman dan famili, dan jika mereka setuju, mereka dapat menyampaikan
juga kepada orang lain.”

Siapa pun harus menjaga sendiri kesehatannya dan juga mau peduli dengan kesehatan orang lain. Sebanyak 85% pasien penyakit kanker, darahnya menunjukkan ber pH asam yang tinggi didalam tubuhnya.

Darah orang sehat dinyatakan dangan ber pH basa yang rendah, yaitu pHnya 7.35 – 7.45.
Darah bayi juga begitu, dalam kondisi ber pH basa yang rendah.
Dengan bertambahnya usia, maka orang dewasa darahnya menjadi lebih ber pH asam tinggi secara alami.

Menurut penelitian yang dilakukan terhadap sample darah 600 orang pasien penyakit kanker , sebanyak 85% diantara mereka menunjukkan ber pH asam yang tinggi. Bagaimana menjaga darah yang ber pH basa rendah
adalah langkah yang pertama untuk menghindari penyakit kanker.

Kondisi darah ber pH asam mengambarkan hal-hal berikut:
1. Kulit tidak bersinar.
2. Penyakit kaki seperti terkena kutu air.
3. Cepat merasa lelah setelah olahraga ringan dan mengantuk pada saat naik bis.
4. Setelah naik turun tangga terengah-engah
5. Gemuk dengan perut buncit.
6. Lamban bergerak dan lesu.

Mengapa kondisi darah dalam tubuh bisa berubah menjadi ber pH asam?
1. Terlalu banyak meminum susu dan memakan mentega dan keju.
a) Daging, makanan seperti susu, mentega, keju, telur, daging sapi, daging babi asin, dll adalah makanan yang ber pH asam.
b) Terlalu banyak makanan ber pH asam akan menyebabkan pH darah asam dan kental, sehingga peredaran darah tidak lancar ke ujung pembuluh darah , mengakibatkan kaki/lutut dingin,
bahu berat dan susah tidur.
c) Untuk orang-orang muda boleh mengkomsumsi daging dengan porsi yang wajar tetapi untuk orang-orang tua, agar mengkomsumsi sayur-sayuran dan ikan dengan porsi kecil.

2. Kehidupan tidak teratur menyebabkan kondisi pisik tubuh dengan darah ber pH Asam.
a) Kehidupan tidak teratur menyebabkan tekanan terhadap fisik dan mental.
b) Menurut statistik, orang yang terlambat tidur kemungkinannya mengalami penyakit kanker 5 kali lebih besar dibanding dengan orang yang tidur tepat waktu.
c) Manusia pada dasarnya adalah hidup secara teratur di dunia ini. Tidak boleh mengakumulasi tidur dalam waktu yang lama dan memakan makanan dalam jumlah yang banyak dan tidak mungkin hidup menantang ritme
alam.
d) Organ-organ dalam tubuh manusia dikontrol oleh syaraf autonomi. Pada siang hari adalah aktivitas utama dari syaraf simpatik dan pada waktu malam hanya syaraf para-simpatik yang berfungsi. Jika aturan ini terganggu dan diputarbalikkan, maka akan menghadapi semua jenis penyakit.

3. Tensi naik mengakibatkan emosi.
a) Tekanan sosial.
b) Tekanan mental atau yang berkaitan dengan pekerjaan.
c) Untuk orang yang menderita tekanan mental, kemungkinan bisa mengakibatkan kematian. Ini adalah sindrom fungsi korteks adrenalin tidak sempurna.

4. Tekanan fisik.
a) Sebelum operasi, perlu memeriksa apakah korteks ginjal berfungsi secara normal. Jika korteks adrenalin bocor atau tekanan yang diakibatkan oleh operasi melebihi kemampuan korteks adrenalin maka akan mengakibatkan kematian atau dampak yang berlawanan.
b) Jika muka pasien gembung, perlu menanyakan secara rinci kepada pasien riwayat penyakitnya dan status pengobatannya. Untuk pasien yang dalam pengobatan hormon korteks adrenalin, perawatan ekstra perlu diperhatikan ketika menjalani perawatan akupunktur.
c) Menghidari tekanan oleh karena terlalu capek bekerja atau berolahraga, atau pun bermain judi dan menyetir sepanjang malam, dll.

Lampiran: Bahan makanan yang ber pH asam/basa
1. Makanan yang ber pH asam tinggi: kuning telur, keju, roti manis, telur ikan, minyak ikan, dll.
2. Makanan yang ber pH asam sedang: daging (paha) babi yang diasinkan (ham), daging babi yang diasin dan dikukus (bacon), daging ayam, ikan cumi-cumi, daging babi, belut, daging sapi, roti, gandum, mentega, daging kuda.
3. Makanan yang ber pH asam rendah: nasi putih, kacang, bir, alkohol, tahu goreng, rumput laut, remis besar
(kerang), ikan gurita, ikan lele, etc.
4. Makanan yang ber pH basa rendah: kacang merah, lobak, apel, sayur kubis atau kol, bawang, tahu,
dll.
5. Makanan yang ber pH basa sedang: lobak kering, kacang kedele, wortel, tomat, pisang, jeruk, labu, buah delima, putih telur, prem kering, jeruk lemon, bayam, etc
6. Makanan yang ber pH basa tinggi: buah anggur, daun teh, minuman anggur, taoge laut, ganggang laut, dll.
Khususnya jenis ganggang hijau mengandung banyak zat hijau daun (chlorophyl) sebagai makan kesehatan yang sangat baik dan ber pH basa tinggi. Jangan terlalu banyak minum teh tetapi sebaiknya minumlah teh pada pagi hari.

Sumber : http://popular-blogging.blogspot.com/2009/03/right-approach-to-fight-cancer.html

“Buah Hati Kuning Karena Tak Cocok Golongan Darah?”

Perbedaan golongan darah bayi dan ibu bisa menyebabkan bayi baru lahir mengalami kuning yang hebat dan membahayakan kelangsungan hidup bayi. Yuk, cari tahu soal perbedaan golongan darah ibu-bayi.

Beberapa waktu yang lalu pasangan artis Nirina Zubir dan Ernest “Cokelat”, dibuat kalang kabut di rumah sakit. Setelah bayi mungil mereka Zivara dilahirkan, muncul masalah baru yang tak kalah pelik. Bayi mereka mengalami kuning atau yang dalam medis disebut juga dengan ikterus oleh hyperbilirubinemia.

Kondisi ini didiagnosis oleh dokter disebabkan ketidakcocokan golongan darah ibu dengan bayi atau yang dikenal dengan A-B-O incompability. Di mana golongan darah anak yang berjenis B bereaksi dengan golongan darah ibu yang berjenis O yang mengalir dalam tubuh anak, sehingga sel darah merahnya mudah pecah dan meningkatkan konsentrasi bilirubin dalam aliran darah.

Meski secara fisiologis semua bayi dapat mengalami kuning, namun bila tidak ditangani secara tepat juga dapat berakibat fatal.

“Kuning yang hebat pada bayi, bisa menyumbang terjadinya kerusakan sel otak permanen”, ujar dr. Setyadewi Lusyati, Sp.A(K) konsultan neonatologi RSAB Harapan Kita – Jakarta mengingatkan.

Inilah mengapa, dokter anak cukup berhati-hati memantau perkembangan bayi baru lahir, terutama dalam 3 hari setelah dilahirkan. Umumnya kuning fisiologis baru akan muncul setelah bayi berusia 3 hari. Bila kurang dari itu, dokter anak akan mengobservasi perkembangan hyperbilirubinemia sembari melakukan upaya penyinaran.

Berkaca pada pengalaman pasangan Nirina-Ernest, pasangan suami-istri sebaiknya tidak main-main dengan perbedaan golongan darah. Khususnya istri dengan golongan darah O dan suami bukan O.

Nah, agar tidak mengalami risiko yang fatal sebaiknya ketahui seluk beluk soal ketidakcocokan golongan darah.

Akibat Beda Golongan
Setidaknya ada 4 golongan darah A, B, AB dan O yang dikenal secara universal. Keempat golongan ini memiliki kandungan dan karakteristik yang berbeda. Golongan darah A dikatakan memiliki kandungan antigen A, golongan darah B memiliki kandungan antigen B, golongan darah AB memiliki antigen B dan antigen A, sedangkan golongan darah O memiliki anti A dan anti B. Kandungan ini yang menyebabkan tubuh membentuk antibodi dan menyerang sel darah merah yang mengandung zat antigen (dianggap sebagai benda asing, red).

Pada proses persalinan, darah ibu yang bergolongan darah O akan berkontak lebih banyak dengan golongan darah anak. Banyaknya darah janin yang memiliki antigen masuk sirkulasi darah ibu, membuat sistem imun ibu membentuk kekebalan (antibodi) terhadap antigen A ataupun antigen B. Kekebalan ini kemudian menyerang darah anak yang memiliki antigen tersebut sehingga sel darah merah pecah dan menjadi bilirubin (indirect). Ini dapat mengakibatkan bayi menjadi kuning.

Padahal dalam kondisi normal saja, bayi memiliki potensi peningkatan bilirubin yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa karena sifat sel darah merah bayi lebih mudah pecah. Namun biasanya, tubuh bayi akan berusaha menstabilkan kadar bilirubin dengan mekanisme konjugasi oleh hati. Yaitu, upaya mengubah menjadi bilirubin indirect menjadi bilirubin direct yang lebih larut air dan mudah dikeluarkan alias mengubah bilirubin menjadi cairan empedu serta dikeluarkan melalui pencernaan dan memberi warna pada feses. Umumnya setelah lewat 10 hari, kuning pada bayi akan hilang seiring kualitas dinding sel darah merah yang semakin baik dan fungsi hati yang optimal mengkonjugasi bilirubin.

Tak Selalu Transfusi
Sayangnya, peningkatan kadar bilirubin pada bayi kadangkala tidak bisa ditolerir oleh tubuh sendiri. Kadar bilirubin pun menumpuk dalam darah terlalu tinggi.
Padahal ambang toleransi bilirubin dalam darah di bawah 15 mg/dl (250 umol/L) pada bayi cukup bulan dan 12 mg/dl (250 umol/L) pada bayi kurang bulan.
Selain kadar bilirubin yang diperhitungkan, percepatan kenaikan bilirubin pun patut dipertimbangkan. Dokter anak memiliki patokan untuk menoleransi kenaikan bilirubin salah satunya dengan melihat manifestasi hyperbilirubinemia dengan hitungan Kramer. Skor Kramer dihitung dengan melihat ikterus (kuning) yang menyebar, mulai dari wajah ke leher (K1), wajah ke pusar (K2), wajah dan badan hingga pangkal paha (K3), wajah ke lutut serta lengan hingga siku (K4) dan seluruh badan hingga jari tangan serta kaki (K5). Jika telah memasuki level K2 di hari kedua, maka sudah termasuk tidak normal.

“Normalnya bayi usia 3 hari, kuning dapat terjadi dari wajah hingga pusar. Bila belum berusia 3 hari sudah menunjukkan kuning hingga pusar, maka patut diwaspadai”, ungkap dokter Lusy.

Dokter Lusy menambahkan, penilaian kuning pada bayi ini seringkali tersamar oleh warna kulit bayi baru lahir yang kemerahan. Inilah sebabnya penilaian kuning bayi baru lahir, sebaiknya dipercayakan pada petugas medis dan dokter anak yang lebih berpengalaman.

Padahal bila kuning sudah mencapai pusar, bisa diprediksi bilirubin berjumlah sekitar 12 mg/dl. Bila peningkatan bilirubin lebih dari 5 mg/dl dalam 24 jam, padahal kuning biasa berlangsung sampai sekitar hari kelima hingga ketujuh, maka bilirubin mencapai angka di kisaran 20 hingga 25 mg/dl. Di sinilah orang tua harus waspada. Bila melewati jumlah 25 mg/dl bisa terjadi ensefalopati bilirubin akut. Yakni resiko masuknya bilirubin indirect (dalam darah) melewati blood brain barrier dan merusak sel-sel dalam otak. Selain kerusakan sel otak, peningkatan bilirubin juga dapat diiringi dengan resiko penurunan hemoglobin (Hb) sebagai akibat banyaknya sel darah merah yang pecah.

Pada kasus Zivara (putri Nirina-Ernest, red) di mana bilirubin terlalu tinggi dan kenaikan level kuning yang terlalu cepat, dokter kemudian menyarankan dilakukan transfusi pertukaran darah untuk mengganti darah anak dengan darah donor (golongan O). Keputusan ini sah saja diambil, mengingat masa depan anak dipertaruhkan bila kuning tidak segera dikendalikan.

Tindakan ini sebenarnya jarang diambil oleh dokter anak. Menurut dokter Lusy, umumnya untuk kasus kuning pada bayi baru lahir, masih dapat diupayakan melalui terapi sinar (phototheraphy). Tujuannya, membantu mengubah bilirubin indirect menjadi lumirubin yang lebih mudah diubah oleh tubuh bayi. Hanya sekitar 15% kasus hyperbilirubinemia yang dilakukan transfusi pertukaran darah.

Bisa Akibatkan Cerebral Palsy
Mengapa hyperbilirubinemia harus ditangani tepat? Dikatakan dokter Lusy, bila bilirubin indirect terlampau pekat dalam darah, ia mampu menembus blood brain barrier menuju sel otak, ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen otak.

“Sayangnya, sel otak tidak bisa diperbarui layaknya sel tubuh lain. Akibatnya, bisa menyebabkan cacat permanen pada anak,” tegasnya,
Kecacatan yang paling banyak disebabkan hyperbilirubinemia adalah celebral palsy atau kekakuan pada anggota badan yang disebabkan kerusakan pada pusat pengendali motorik pada korteks di otak.

Selain itu, hyperbilirubinemia juga bisa menyebabkan kerusakan pendengaran, bila kerusakan sel otak terjadi pada bagian yang mengendalikan kemampuan mendengar. Tentu saja, tuli akibat hyperbilirubinemia tidak terjadi spontan namun berupa degradasi kemampuan mendengar.

Buletin “NOVA 1149/XXIII 1-7 Maret 2010″ halaman 46-47 mengenai : “Kesehatan” dengan judul : “Buah Hati Kuning Karena Tak Cocok Golongan Darah?”, tulisan : Laili Damayanti.

http://asnawilim.com/

GOLONGAN DARAH DUNIA

Dunia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 golongan darah yang berbeda, dengan perbandingan persentase sbb : Golongan Darah O (46 %), Golongan Darah A (40%), Golongan Darah B (10 %), Golongan Darah AB (4 %).

Dan dari sifat dan jenis makanan yang sesuai dengan golongan darahnya, maka dikategorikan sbb :
- Golongan Darah O : Carnivore / Pemburu.
- Golongan Darah A : Vegetarian.
- Golongan Darah B : Omnivore Seimbang.
- Golongan Darah AB : Diet Campuran.

Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik jari kita.

Golongan darah mempengaruhi :
- Sistem pencernaan,
- Kemampuan badan dalam merespon stress,
- Keadaan mental,
- Efisiensi metabolisme,
- Kekuatan system daya tahan tubuh,
- Kemampuan aktivitas.

Kita bisa merasakan perbedaan dari golongan darah ini dari hal-hal sbb :

- Saat mengkonsumsi produk kesehatan, ada yang merasakan khasiatnya, ada yang tidak merasakan khasiatnya.

- Malam setelah minum kopi, ada yang bisa tidur, tetapi ada yang tidak bisa tidur, sehingga ada yang sengaja minum kopi supaya tidak mudah merasa ngantuk.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Makanan bagi seseorang bisa merupakan racun bagi orang yang lain (”One Man’s Food, Another Man’s Poison“).

- Makan = reaksi kimia antara darah dengan makanan yang kita makan atau suplemen yang kita konsumsi.
- Makanan mengandung protein yang disebut lektin.
- Golongan darah kita terprogram secara genetik untuk menerima atau menolak lektin makanan-makanan tertentu.
- Lektin yang bertentangan dengan golongan darah akan terkumpul dalam organ tubuh seperti hati, ginjal, otak, lambung, usus, dll atau system tubuh mulai menggumpalkan sel-sel di daerah tersebut. Proses penggumpalan itu disebut aglutinasi (”agglutination” dan akan mengganggu pencernaan, metabolisme dan system daya tubuh. Akibatnya akan timbul penyakit kronis seperti : radang sendi (arthritis), radang usus besar (colitis), kolestrol tinggi, anemia, tekanan darah tinggi, stress, kelebihan berat badan (obesitas), depresi, diabetes melitus, dan kecanduan makanan (food carvings).

Dampak dari makan makanan tidak sesuai dengan golongan darah, maka sel darah akan terkontaminasi, antara lain berupa :
- CRT : Parasites,
- CRT : Poor Foundation,
- CRT : Calcium Def,
- CRT : Cholestrol,
- CRT : Oxidised Fat + Bad Viral Activity,
- CRT : Rouleaux.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

http://asnawilim.com/

DIET GOLONGAN DARAH “A”

Persentase orang ber – golongan darah A adalah 40 % dari seluruh penduduk dunia, seperti dapat dilihat dalam tulisan kami sebelumnya.

Bagi yang ber – Golongan Darah A, makanan yang tidak cocok untuk golongan darah A ini adalah makanan daging, tetapi sering kali makanan daging merupakan kegemaran mereka. Sering kali setelah makan banyak daging, mereka mudah merasa capek, sering merasa tubuh panas, dan juga masalah sariawan.

Bagi golongan darah A yang sesudah makan makanan daging, ada baiknya minum segelas jus nenas atau lemon atau kopi yang bisa membantu pencernaan protein yang tinggi. Tetapi kalau minum kopi itu hanya sesudah makan.

Golongan Darah A seharusnya menjadi Vegetarian. Mereka adalah golongan yang cocok sekali dengan sayur-sayuran dan buah-buahan. Golongan darah A tetap bisa makan makanan daging, tetapi terbatas pada ayam dan ikan. *Vegetarian (tinggi karbohidrat, rendah lemak, tinggi protein nabati).

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan golongan darah A.

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah A :
- Sapi, kambing, bebek, babi, domba, rusa, kelinci, angsa, burung puyuh.
- Susu sapi dan produk susu sapi.
- Kacang mente, kacang merah, buncis lima.
- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Pisang, kelapa /santan, melon, mangga, jeruk, pepaya.
- Kentang, tomat, asinan, acar, terong, kubis, lada, cabe, talas (yam).

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah A :
- Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).
- Makanan yang terbuat dari kedelai, seperti : tahu, tempe.
- Kopi.
- Apricot, nanas, jeruk bali, limau, lemon, apel, anggur, strawberi, jambu biji, semangka, mulberry.
- Alfafa, brokoli, lobak putih, jahe, labu, wortel, bawang putih, seledri, bawang merah.

Resiko Medis Orang ber – Golongan Darah A :

Resiko medis yang umumnya bisa dialami karena makan tidak sesuai dengan golongan darahnya (salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darah A) :
- Penyakit kanker, seperti : kanker lambung, kanker usus, dan kanker liver.
- Penyakit jantung – penyempitan pembuluh darah, kolesterol, dan darah kental.
- Komplikasi hati (fatty liver) dan empedu.
- Diabetes melitus.
- Anemia (kekurangan sel darah merah).
- Depresi.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

http://asnawilim.com/

DIET GOLONGAN DARAH “B”

Orang yang ber Golongan Darah B meliputi 10 % dari populasi dunia.

Tetapi dari pengamatan kami, khusus untuk di negara Indonesia, persentase orang ber Golongan Darah B ini cukup banyak dan dapat dipastikan lebih dari 10 % populasi Indonesia, walaupun data sensus untuk ini belum ada. Tetapi anda boleh melakukan percobaan pengecekan ini dengan mengambil sampel 10 orang atau 100 orang atau 1000 orang dan coba cek golongan darah mereka, maka ternyata di Indonesia akan diperoleh data kenyataan bahwa memang di Indonesia cukup banyak yang ber Golongan Darah B dan bisa melebihi 10 % ini.

Makanan yang paling tidak sesuai untuk orang Golongan Darah B adalah ayam. Kalau mempunyai masalah kesehatan, maka coba pantang makan ayam, maka ternyata akan lebih mudah sembuh. Selain ayam, golongan darah B sangat tidak cocok dengan makanan yang mempunyai kulit keras seperti kacang tanah, makanan dari kacang kedelai, dan kepiting. Sedangkan yang paling cocok dengan orang Golongan Darah B adalah daging kambing, sayur-sayuran, pisang dan semangka. Dan ini adalah satu-satunya golongan darah yang cocok dengan produk-produk hasil peternakan seperti susu sapi, susu kambing, dan keju.

Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang.

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Golongan Darah B :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :
- Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.
- Seafood (yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).
- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Kacang-kacangan & biji-bijian, seperti : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).
- Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.
- Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.
- Telor bebek, telor burung puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :
- Telor ayam.
- Kambing, rusa, domba, kelinci.
- Licorice (sejenis kayu manis).
- Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.
- Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.

Resiko medis orang ber – Golongan Darah B :

Resiko medis yang umumnya dialami oleh orang ber – Golongan Darah B yang makan tidak sesuai dengan golongan darah B (salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darah B) antara lain yaitu :
- Masalah system syaraf, seperti kram / sakit kepala, lupus.
- Masalah pikun.
- Alzheimer’s.
- Parkinson’s.
- Diabetes melitus.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

http://asnawilim.com/

DIET GOLONGAN DARAH “AB”

Persentase orang ber – Golongan Darah AB adalah hanya 4 % dari seluruh penduduk dunia, seperti dapat dilihat dalam tulisan kami sebelumnya. Dan merupakan persentase yang terkecil dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Darah AB merupakan darah zaman modern yang mempunyai kecenderungan terhadap penyakit modern. Oleh sebab itu, orang ber – Golongan Darah AB selalu disarankan melakukan teknik-teknik relaksasi dan meditasi supaya dapat mengurangi stress dan untuk melawan system imunisasi yang kurang sehat.

Golongan Darah AB merupakan Diet Campuran. Golongan Darah AB memiliki keuntungan dan intoleransi Golongan Darah A dan Golongan Darah B.

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Golongan Darah AB.

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah AB :
- Ayam, sapi, bebek, burung dara, rusa, babi, angsa, burung puyuh.
- Buncis, chikpea, kacang hitam, buncis lima.
- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Kopi.
- Pisang, kelapa / santan, jambu biji, mangga, delima, jeruk, belimbing, alpukat.
- Jagung, jamur, lobak (radish), tauge, asinan, lobak putih.
- Telor bebek.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah AB :
- Kalkun, domba, kelinci, kambing.
- Kacang kedelai, tahu, tempe.
- Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).
- Bijian, seperti : kacang tanah, kenari, kacang merah.
- Rumput laut (kelp).
- Anggur, kiwi, jeruk bali, nanas, semangka, cranberry, mulbery, pepaya.
- Alfafa, wortel, brokoli, bit, sledri, terong, kentang manis, kol kembang, mentimun, jahe, bawang putih, ubi jalar, talas (yam).
- Telur putih (telur ayam).

Resiko Medis Orang Ber – Golongan Darah AB :

Resiko medis yang umumnya bisa dialami karena makan tidak sesuai dengan golongan darahnya ( salah pola makan tidak sesuai dengan Golongan Darah AB ) :
- Penyakit kanker.
- Penyakit jantung.
- Anemia (kekurangan sel darah merah).
- Depresi.
- Masalah system syaraf.
- Komplikasi hati dan empedu.
- Parkinson’s.
- Alzheimer’s.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

http://asnawilim.com/

DIET GOLONGAN DARAH “O”

Persentase orang ber – Golongan Darah O adalah 46 % dari seluruh populasi dunia. Ini merupakan bagian terbesar dibandingkan dengan golongan darah lainnya, sehingga merupakan mayoritas.

Orang ber – Golongan Darah O banyak yang suka makan makanan dari gandum (tepung terigu) seperti roti, mie, kue-kue, pizza, juga suka makan jagung, biji-bijian, kol, kembang kol. Ini adalah makanan yang sebenarnya tidak cocok dengan Darah O karena ini merupakan makanan pantangan, yang bisa mengganggu metabolisme dan justru menyebabkan peningkatan berat badan. Golongan Darah O adalah “The Hunters” Pemburu….. maka amat cocok dengan makanan daging.

Banyak orang yang merasa kaget dan heran mengapa orang ber – Golongan Darah O justru disarankan untuk makan daging. Selama ini banyak yang berfikir bahwa daging merah itu tidak sehat untuk kesehatan, maka akhirnya mereka berusaha menjadi vegetarian, tetapi ternyata kesehatan mereka ternyata juga tidak bertambah sehat. Mengapa ?

Ini adalah satu contoh supaya bisa dipakai untuk menilai apakah daging itu tidak sehat ? Apakah anda pernah ke negara Arab ? Apa yang orang Arab makan setiap hari ? Daging ! Daging Sapi, Daging Kambing, Daging Domba, Daging Kelinci, Daging Unta. Mereka jarang sekali makan sayur-sayuran atau buah-buahan karena keadaan di padang pasir yang tidak memungkinkan. Buah-buahan yang sering mereka makan adalah buah kurma saja. Kalau makan daging itu tidak sehat, maka orang yang paling pertama sekali akan mengalami masalah kesehatan adalah orang Arab. Tetapi mengikut kajian, orang Arab masih tetap sehat dan ini menyebabkan salah seorang ahli ilmuan bernama Dr. Michael Williams melakukan kajian lebih mendalam mengenai situasi ini. Dan hasil kajian yang dilakukan Dr. Michael Williams dan tim ahli ilmuannya ternyata sebagian besar (kurang lebih 95 %) populasi Arab adalah dari golongan darah O. Orang ber – Golongan Darah O tetap sehat walaupun terus-menerus makan daging karena mempunyai asam lambung yang tinggi, cocok dengan makanan daging dan makanan yang mengandung khasiat protein yang tinggi.

Orang ber – Golongan Darah O juga amat cocok dengan seaweed, rumput laut yang mempunyai kandungan yodium yang tinggi untuk mencegah penyakit atau masalah di bagian tiroid. Disarankan juga makanan laut, garam yang mempunyai kandungan yodium yang tinggi (garam yang belum diproses). Indoles dari bayam dan brokoli, juga amat cocok untuk orang ber Golongan Darah O.

Golongan Darah O merupakan Carnivore (Pemburu).

Berikut ini adalah rangkuman makanan yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan orang ber – Golongan Darah O :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah O :
- Tepung terigu, seperti : roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Babi, burung puyuh.
- Susu dan produk susu.
- Kopi.
- Pir asia, jeruk, melon, kelapa / santan, kiwi, strawberry.
- Alfalfa, kol kembang, alpukat, zaitun hitam, jagung, mentimun, kentang (semua jenis), asinan, kubis, bak choy.
- Telur puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah O :
- Rumput laut (kelp).
- Seafood.
- Sapi, domba, rusa, kambing, kelinci.
- Jambu biji, nanas, ceri, apel, aprikot, kurma, pepaya, mulberry.
- Brokoli, kelp, wortel, labu, colland hijau, lada, okra, lobak putih, parsley, sledri, talas (yam), bawang putih, jahe, singkong, ubi jalar.

Resiko Medis orang ber – Golongan Darah O :

Resiko medis yang umumnya bisa dialami oleh orang ber Golongan Darah O karena makan tidak sesuai dengan golongan darahnya (pola makan tidak sesuai dengan Golongan Darah O) adalah sebagai berikut :
- Masalah lambung, seperti : penernaan, maag, penyakit ucler.
- Masalah keradangan, seperti artritis / radang sendi.
- Masalah darah, seperti : stroke, penyakit jatung.
- Masalah tiroid, kadar metabolisme yang rendah, peningkatan berat badan.
- Alergi.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

http://asnawilim.com/

Demensia Alzheimer Pembunuh Otak

Demensia (kepikunan) Alzheimer adalah salah satu bentuk pikun akibat kematian (degenerasi) sel-sel di bagian otak lobus temporal dan parietal. Kata Alzheimer diperoleh dari nama Dr. Alois Alzheimer yang pada tahun 1906 menguraikan gambaran penyakit yang diderita seorang wanita yang mengalami demensia progresif secara kronik.

Gejala-gejala awalnya nampak pada kemerosotan daya ingat, fungsi intelektual dan berlanjut pada fungsi mental lainnya, serta fungsi psiko-sosial sehingga akan mengakibatkan orang penyandang pikun Alzheimer menjadi tidak berdaya dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Kondisi demensia atau pikun sering ditemui pada mereka dan kelompok usia lanjut, dimulai pada usia 50 tahun dan makin nyata dan sering dengan meningkatnya usia.

Organisasi Alzheimer Desease International dengan mendasarkan laporan WHO regional atas dasar kelompok umur, membuat estimasi prevalensi tentang demensia untuk Indonesia adalah 1% untuk kelompok 60-64 tahun, 1,7% untuk kelompok usia 65-69 tahun, 3,4% untuk usia 70-74 tahun, 5,7% untuk usia 75-79 tahun, dan 10,8% untuk usia 80-84 tahun dan 17,6% untuk kelompok usia 85 tahun ke atas. Dilaporkan juga bahwa 60% penyandang demensia berada di negara berkembang pada tahun 2001, dan akan meningkat menjadi 71% di tahun 2040.

Untuk Indonesia perlu mewaspadai kecenderungan fakta dalam laporan WHO tersebut dari sekarang mengingat pada masa tersebut populasi lansia Indonesia akan menduduki peringkat keempat setelah India. Bisa dibayangkan kondisi demensia/kepikunan tersebut sangat menakutkan bagi masyarakat lansia beserta keluarganya.

Siapa saja yang bisa terkena demensia Alzheimer ?
Waspadailah bila Anda memiliki riwayat berikut yang dapat meningkatkan risiko terkena kepikunan/demensia Alzheimer :

1. Latar belakang keluarga yang mengalami demensia Alzheimer (faktor turunan)
2. Latar belakang keluarga yang menyandang penyakit Parkinson
3. Latar belakang keluarga penyandang sindroma down
4. Cidera otak yang berat
5. Tingkat pendidikan rendah
6. Penyakit kelenjar gondok (tiroid)
7. Latar belakang diabetes melitus
8. Penderita stroke
9. Penyandang hipertensi kronik
10.Defisiensi nutrisi dan vitamin B12, folic acid
11. Alkoholik

Bagaimana mengenali gejala demensia Alzheimer ?
Ada 10 gejala umum yang biasanya dapat dikenali :
1. Penurunan daya ingat (memori) yang mengganggu pekerjaan/kegiatan harian Mudah lupa, yang timbul sekali-sekali saja dan jarang mungkin masih bisa dianggap wajar. Tetapi, bila kejadiannya sering dan dikenali orang lain, perlu diwaspadai sebagai gejala Alzheimer.
2. Kesulitan melakukan tugas yang bisa dikerjakan
Sebagai contoh sederhana misalnya terjadi kesulitan cara berpakaian, kesulitan cara menyiapkan dan membuat makanan.
3. Gangguan berbicara dan berbahasa
Kesulitan menyebut kata dan menyusun kalimat yang bermakna, bahkan sampai lupa akan kata-kata sederhana.
4. Gangguan mengenal waktu, orang, dan tempat
Penyandang demensia Alzheimer sulit atau tidak mampu mengingat waktu, orang yang dahulu pernah ia kenal, sering tersesat jalan meskipun jalan/arah yang dekat area tempat tinggalnya.
5. Sulit mengambil keputusan yang tepat atau sulit membuat rangkuman atau analisis suatu masalah
Misalnya cara memutuskan cara berpakaian, membuat analisis serta emmbuat kesimpulan suatu masalah yang berkembang dalam forum rapat atau seminar.
6. Sulit berpikir abstrak
Kehilangan kemampuan berhitung dan imajinasi, sulit menyusun kegiatan administrasi manajemen.
7. Salah meletakkan barang dan sering lupa meletakkan barang
8. Meletakkan suatu barang pada tempat yang bukan semestinya.
9. Perubahan mood (perasaan) dan perilaku
Penyandang demensia Alzheimer cepat mengalami perubahan perasaan (emosi), mudah marah, curiga, agitasi bahkan bisa depresi tanpa alasan yang jelas.
10. Perubahan kepribadian
Perubahan ini sesuai keadaan umur, dapat berupa paranoid, kecemasan yang tinggi hingga depresi atau seperti psikotik
11. Kehilangan inisiatif
Penyandang berubah menjadi sangat pasif, membutuhkan dorongan untuk terlibat dalam suatu kegiatan.

Upaya apa untuk mencegah atau menunda kemungkinan terkena kepikunan Alzheimer ?
1. Memberi nutrisi sehat untuk otak
Otak seperti halnya organ tubuh lainnya juga akan mengalami penyusutan berat dan volume. Penyusutan tersebut akibat kehilangan/kematian sel-sel saraf, yang menurut penelitian penyusutan tersebut mencapai 15 % pada orang usia mulai 20 – 90 tahun. Untuk memperlambat penyusutan tersebut, otak perlu diberi nutrisi yang sehat dan baik agar keberadaan fisik otak dan fungsinya tetap terjamin. Nutrisi otak secara garis besar dapat dikelompokkan dua hal yaitu nutrisi fisik dan nutrisi non fisik. Nutrisi fisik dapat disebutkan antara lain protein, glukosa (sumber kalori), lemak omega-3, mineral elektrolit, golongan mineral sebagai co-enzym atau cofaktor (Zinc, Fe) metabolisme penghasil energi dari neurotrasmitter. Selain itu diperlukan juga antioksidan, vitamin golongan vitamin B, C, E, dan asam folat. Zat-zat lemak tertentu seperti fosfolipid, fosfatidilserin, dan fosfatidilkolin sangat penting untuk memperbaiki membran sel saraf.

Sedangkan nutrisi non fisik adalah berupa informasi atau stimulus. Untuk membangun kekuatan memori (daya ingat) otak yang salah satu fungsinya mengelola ingatan, memerlukan stimulus-informasi yang bervariasi dan terus menerus sejak manusia bayi tidak tahu apa-apa sampai menjadi pikun. Dengan memberdayakan fungsi panca indera, stimulasi informasi itu diterima kemudian diproses dalam bagian otak tertentu sebagai persepsi-interpretasi memori yang pada gilirannya berfungsi untuk membantu kecerdasan berpikir. Agar tidak cepat pikun, maka gunakan selalu otak kita untuk menerima dan mengolah berbagai stimulasi. Informasi yang positif melalui olahraga, membaca, menulis, berkomunikasi (silaturrahmi), bercerita, catur, berdiskusi, memainkan musik, menari, dan brain exercise (gerak latih otak).

2. Hindari terpapar bahan atau zat-zat toksik/racun.
Terpaparnya zat-zat toksik ini dapat terjadi secara sengaja ataupun tidak sengaja. Sengaja artinya oang sengaja memakainya, meminumnya, atau memakannya. Sedangkan tidak sengaja berarti kita tidak mungkin terhindar dari lingkungan hidup misalnya menghisap udara yang tercemar zat-zat toksik seperti timah hitam, gas karbon oksida, radiasi, dll. Logam berat seperti merkuri, timah, alumunium bisa juga tercemar melalui air. Penggunaan atau terpapar dengan bahan-bahan yang mengandung logam berat seperti merkuri, alumunium, timah, radiasi, dan kemoterapi yang tidak mengikuti prosedur baku juga berbahaya. Pemakaian alkohol secara kronis, obat-obatan narkotika, dan psikotropika jangka lama harus diwaspadai.

3. Berkonsultasi pemeriksaan kesehatan kepada dokter
yaitu bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dari waktu ke waktu, mengendalikan/mengobati adanya faktor-faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, stroke, depresi, dan kecemasan berkepanjangan. Selain itu juga untuk mengetahui apakah ada penyakit yang baru muncul dan mempunyai kaitan dengan gangguan fungsi otak, misalnya tumor otak, infeksi, gangguan hormonal tiroid, penurunan hormon estrogen, dll. Berkonsultasi dengan dokter sangat penting untuk melakukan evaluasi/penilaian status memori periodik atau atas indikasi.

Sumber :
Oleh : dr. Samino
Ketua Asosiasi Alzheimer Indonesia

http://www.qvida.co.id/index.php/news/detil/209