Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Cerita Inspiratif’ Kategori

“The Salvation of the Soul”

“At the end of the European War, there was a huge celebration in London. The turnout was unprecedented in the history of London. The war had just concluded, and the soldiers were having a victory parade and were there to be welcomed by the crowd. As the soldiers paraded through, the people cheered and applauded. In the minds of many, were it not for the courage of these soldiers, England could not have been saved. The applause persisted as the soldiers marched onward step by step. While the units passed by rank after rank, suddenly, there was a crescendo of applause; in fact, many started weeping. The nobility saluted, and even the king took off his crown. What had happened? Trailing behind was car after car of soldiers who had either broken arms, injured legs, missing limbs, or serious wounds. These were the ones who were wounded in battle. They were received with the greatest honor and respect. The soldiers who marched ahead of them made it; however, the glory they received could hardly be compared to that of these wounded soldiers.

Those who are scarcely saved will enter into heaven on that day, but they will not have a rich and abundant entrance into God’s kingdom. If we have suffered on earth and forsaken things for the Lord’s sake, on that day we will enjoy what those wounded soldiers enjoyed in their triumphant procession. The applause will be loud, the praises will be great, and the glory will also be great. Every one of us should endure pain and suffer loss for the Lord’s sake. On that day, we will receive a crown on our head. Our soul must be saved. May we be poorer, may we suffer more, and may we forsake all for the Lord’s sake. May God bless us.”

2 PETER 1:10-11
“Therefore, brothers, be the more diligent to make your calling and selection firm, for doing these things you shall by no means ever stumble. For in this way the entrance into the eternal kingdom of our Lord and Savior Jesus Christ will be richly and bountifully supplied to you.” The fact that these ones were called brothers shows that they were saved. However, they still needed to be more diligent to make their calling and election firm. Eternal life, once received, cannot be shaken. But in the kingdom, some shall be shaken.

Read Full Post »

Show this to your friends, family, children, grand children or great children

This young lady was recently on Oprah and what a loving, forgiving young woman she is ! An amazing story of what she has suffered and will bear the rest of her life. Please share this with your friends and especially your teenagers who are driving.

This is Jacqueline Saburido on September 19, 1999 ..

This is she and her Father, 1998.

Her Birthday party as a child.

At a party with friends.

The car in which Jacqueline traveled. She was hit by another car that was driven by a 17-year old male student on his way home after drinking a couple of hard packs with his friends.
This was in December 1999.


Jacqueline was caught in the burning car and her body was heavily burnt during around 45 seconds.
After the accident Jacqueline has needed over 40 operations.

With her Father, 2000.

Getting treatment.

Three months after accident.

Without a left eyelid Jacquie needs eye drops to keep her vision.

Now 20 years old, he cannot forgive himself for driving drunk on that night three years ago.

He’s aware of devastating Jacqueline Saburidos life.

Not everyone who gets hit with a car dies. This picture was taken 4 years after the accident and the doctors are still working on Jacqueline, whose body was covered with 60% severe burns.

Let’s make as many people as we can aware of the consequences of drinking & driving.

Read Full Post »

Bayi Kuda Nil dan Kura-Kura

Bayi kuda nil yang selamat dari gelombang tsunami di pantai Kenya telah membentuk ikatan yang kuat dengan seekor kura-kura raksasa bernama Mzee berusia seabad, di fasilitas hewan di kota pelabuhan Mombassa, kata para pejabat setempat.

Kuda nil, dijuluki Owen dan berat sekitar 300 kilogram (650 pon), tersapu dari Sungai Sabaki ke Samudera Hindia, kemudian terpaksa kembali ke pantai ketika gelombang tsunami menghantam pantai Kenya pada tanggal 26 Desember sebelum penjaga satwa menyelamatkannya. “Ini luar biasa. kurang dari satu tahun kura-kura telah mengadopsi kuda nil, kura-kura itu berusia sekitar satu abad, dan kura-kura itu sangat bahagia dengan menjadi seorang ‘ibu’,” kata Paula ekologiwan Kahumbu, yang bertanggung jawab atas Lafarge Park, kepada AFP.

“Setelah disapu tsunami dan kehilangan induknya, kuda nil itu trauma. Hal itu membuatnya mencari sosok untuk menjadi seorang ibu. Untungnya kuda nil itu menemukan kura-kura dan membentuk ikatan batin yang kuat. Mereka berenang, makan dan tidur bersama,” kata ekologi menambahkan. “Kuda nil mengikuti persis kura-kura layaknya mengikuti induknya. Jika seseorang mendekati kura-kura, kuda nil menjadi agresif, seolah-olah melindungi ibu biologisnya,” tambah Kahumbu.

“Owen si kuda nil adalah seorang bayi, ia ditinggalkan di usia yang sangat muda dan baru beradaptasi dengan alam, kuda nil adalah makhluk sosial yang suka tinggal bersama ibu mereka selama empat tahun,” jelasnya.

Tragedi tsunami telah berakhir bahagia

Bayi kuda nil yang selamat dari tsunami akhirnya mendapatkan ibu baru. Kuda nil yang diberi nama Owen tersapu tsunami yang melanda pantai Kenya Natal lalu, kemudian diselamatkan oleh Haller Park Sanctuary di Mombassa. Trauma, si owen terobati pada seekor kura-kura raksasa yang berusia ratusan tahun yang disebut Mzee, mereka terikat seperti pasangan ibu dan anak. Sekarang, lebih dari setahun kemudian, staf kebun binatang sudah menyerah mencoba melakukan apa pun untuk memisahkan pasangan aneh ini, Termasuk memperkenalkan kuda nil dengan anggota keluarga baru dari spesiesnya, tetapi tetap saja owen lebih menyukai bersama kura kura tersebut.

Read Full Post »

Sejak remaja Hudson Taylor telah membaca Alkitab secara berurutan. Ia bersaksi hingga usia 68 tahun, selama 40 tahun ia sudah membaca seluruh Alkitab sebanyak 40 kali. Setiap hari membaca 3 pasal Perjanjian Lama, 1 pasal Perjanjian Baru, dan 1 pasal Mazmur. George Muller seumur hidupnya membaca Alkitab seratus kali. Ketika Martin Luther masih muda, ia sudah membaca Alkitab berkali-kali, bahkan sangat hafal. Asal ada orang menyebutkan salah satu perkataan dalam firman Tuhan, ia segera tahu di mana letak perkataan itu dalam Alkitab. Orang-orang di atas adalah teladan yang baik dalam hal membaca Alkitab.

Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh (Mzm. 119:130)

sumber: literatur Yasperin

Read Full Post »

Semasa Perang Korea, ada seorang muda yang bernama Billy Kim. Ia kuliah di Amerika dan ketika ia sedang sendirian di kampus ia merasa sangat rindu akan rumahnya. Suatu hari ada orang Amerika yang memberitakan Injil kepadanya. Lalu ia bertanya, jika ia menerima Kristus, apakah Tuhan dapat menghapus rasa rindunya? Orang itu berkata bahwa Tuhan akan memberikan hayat, damai sejahtera, sukacita dan tujuan dalam hidupnya. Akhirnya ia pun menerima Tuhan dan mereka berdua berlutut untuk berdoa. Pada hari itu ia diselamatkan oleh Tuhan. Ketika ia pulang ke Korea ia langsung menginjili ibunya, kakak laki-lakinya dan sembilan anaknya, kemudian adik laki-laki dan istri serta lima anaknya, adik perempuan dan ketiga anaknya dan kepada adik laki-lakinya dan ketiga anaknya, sehingga seluruh keluarganya menjadi orang Kristen. Demikianlah, keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita sebenarnya adalah bagi seisi rumah kita. Kita harus menjadi orang yang membukakan pintu keselamatan bagi seisi rumah kita, sehingga seluruh anggota keluarga kita dapat memperoleh keselamatan Tuhan.

Kata Yesus kepadanya: Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham (Luk. 19:9)

Read Full Post »

Dalam sebuah majalah yang sangat laris pernah memuat satu cerita yang demikian. Di suatu kota besar, persatuan tukang cukur mengadakan satu rapat tahuan di suatu hotel besar. Dalam rapat itu ada orang yang mengusulkan, untuk melakukan satu propaganda yang lucu. Mereka pergi ke lorong yang kumuh, menemukan satu pemabuk yang sdang rebah di pinggir jalan, lalu membawanya kembali ke hotel, lalu dimandikan, dicukur rambutnya, diberi pakaian yang rapi.
Mulai dari awal, setiap tahapan difoto, supaya orang lain dapat melihat dia mulai dari satu orang yang sangat dekil, kotor, menakutkan orang, dan kasihan, satu tahap demi satu tahap berubah menjadi gentlemen yang gagah dan anggun, melalui ini untuk menyatakan keunggulan tekhnik cukur mereka. Direktur hotel tertaik dengan rencana ini, dengan penuh simpati akan mengudang pemabuk yang melewati dadanan yang baik menjadi pegawai dalam hotelnya. Pemabuk itu berjanji besul pukul delapanpagi mulai masuk kerja. Siapa tahu besok pagi pukul delapan tidak kelihatan dia tiba, sampai malam waktu makan malam, tetap tidak kelihatan batang hidungnya. Direktur hotel itu penasaran, ingin tahu apa yang terjadi, menurut informasi yang dia terima, pergi ke tempat asalnya para tukang rambut cukur itu menemukannya, ternyata pemabuk itu sedang terkulai tidur di pinggir selokan, bajunya menjadi kacau balau lagi. Direktur itu menggelengkan kepala mengeluh, “Meskipun tukang cukur rambut bisa mengubah penampilan lahiriah pemabuk itu menjadi bersih dan tampan, tetapi kalau mereka tidak bisa membersihkan batinnya, mengubah batinnya, mereka tidak bisa berbuat sesuatu untuknya.
Penuntutan perbaikan moral oleh rekayasa manusia, semuanya adalah perbaikan lahiriah, semuanya sama seperti pekerjaan tukang cukur yang menghiasi wajah manusia, tidak bisa mengubah batin manusia. Allah tidak menyuruh orang memperbaiki luaran manusia, tetapi memberi manusia hayat yang baru, mengubah batin manusia.
Pada suatu hari Ev. John Sung di Beijing memberitakan “Kristus Juruselamat seluruh dunia”. Selesai memberitakan khotbah itu, seorang dokter Tiongkok bertanya kepadanya, “Kristus lahir tidak lebih dari dua ribu tahun yagn lalu, sebelumnya kita sudah memiliki mahaguru Kongfusius; bagaimana bisa mengatakan hanya Kristuslah Juruselamat seluruh dunia? Kita sudah merasa cukup dengan pengajaran Kongfusius dan orang bijak yang lainnya.” Ev. Sung berkata, “Anda berkata Kristus lahir pada dua ribu tahun yang lalu. Tetapi ketahuilah, sebelum Dia menjadi manusia, Dia sudah ada.” Tuhan Yesus berkata, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada.’ Saya tidak menolak Kongfusius dan pengajarannya, tetapi ada satu kebaikan apa yang Anda dapatkan karena Kongfusius atau karena pengajarannya?” Dokter itu menjawab, “Perkataan Kongfusius tidak seperti sepotong daging, setelah memakannya akan merasa kenyang, memerlukan jangka waktu yang panjang baru bisa kelihatan hasilnya.” Ev. Sun berkata, “Sepotong daging tentunya tidak bisa begitu dimakan langsung bisa dicerna menjadi darah dan daging kita; namun asal penciuman kita normal, ketika makan bisa segera merasakan cita rasanya. Suatu pengajaran yang baik sama seperti kalung berlian, kalau dikenakan di leher kelihatannya indah, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit; namun firman Kristus bukan hanya suatu pengajaran saja, juga roh dan hayat (Lihat. Yoh. 6:63), siapa yang menerima-Nya, akan dari Tuhan mendapatkan hayat yang baru.” Dokter itu berkata, “Hayat baru ini, perubahan baru ini, tidak bisa datang dari luar, hanya bisa bersandarkan usaha kita sendiri.” Ev. Sung berkata, Kita harus menerima hayat yang baru, tetapi kita tidak bisa dengan kekuatan kita sendiri untuk mendapatkan hayat baru. Sebatang pohon yang buahnya pahit, tidak bisa bersandarkan usahanya sendiri mengubah buahnya menjadi manis; tetapi bisa dengan cara okulasi mendapatkan buah yang manis. Demikian juga, orang dosa bisa melalui menerima Tuhan Yesus, mendapatkan hayat yang baru, menjadi manusia baru; inilah beroleh selamat.”

(sumber: literatur Yasperin)

Read Full Post »

Lord Oliver Lodgs, fisikawan ternama di Inggris, pada akhir abad sembilan belas meneliti halilintar sehingga menjadi sohor. Dia berkata, “Saya sungguh tidak mengerti, mengapa perlu sabar terhadap cuaca yang jelek; kalau kita tidak mau menyerah, cepat atau lambat kita bisa menguasainya.”
Pada suatu hari, menjelang senja, Mr. Paul dengan santai berjalan pulang, sepanjang jalan dia terus merenungkan perkataan Oliver Lodgs. Pada saat itu ia melihat sekelompok orang Kristen sedang berhimpun memberitakan Injil. Seorang gadis memakai suara emasnya dari lubuk hatinya menyanyikan satu kidung, banyak orang yang lewat tertarik lalu berhenti mendengarkan nyanyiannya. Kidung ini seperti berikut, “Cahaya mulia terangi jiwaku, makin mulia terang. Kegelapan terusir dariku, karena Tuhan terang. Cahaya mulia! Cahaya bahagia! Bawa damai, riang gembira! Seri wajah Yesus padaku, menerangiku selalu!…. ” Setelah Mr. Paul selesai mendengarkan kidung itu, ia meneruskan perjalan pulangnya. Tetapi isi kidung itu terus mengiang di telinganya, sehingga dia sangat merasakan, keadaan hati gadis ini lebih tinggi daripada keadaan hati fisikawan itu, suara nyanyiannya mengalirkan iman yang ada di dalamnya, tak peduli cuaca di luar betapa jeleknya, dia bisa menciptakan cuaca cerah di dalam hatinya, menguasai perubahan yang ada di luar. Meskipun di luar awan gelap menutupi langit, kita tidak bisa dengan cara manusia untuk mengubahnya. Tetapi Tuhan di dalam kita adalah terang kita, bisa menciptakan cuaca yang cerah di dalam kita, supaya kita bisa menyanyikan kidung sukacita.
Semua orang yang percaya Tuhan memiliki Kristus di dalam hatinya, yang bisa bersandar Dia menciptakan cuaca cerah batini. Paulus bisa bersaksi untuk hal ini, dia adalah teladan kita. Dia berkata, “…. Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam setiap keadaandan dalam segala hal tidak ada sesuatu yang meruapakan rahasia bagiku; baik dalam keadaan kenyang, maupun dalam keadaan lapar, baik dalam keadaan kelimpahan maupun dalam keadaan berkekurangan. Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Flp. 4:11-13). Dia dalam keadaan apa pun bisa mencukupkan diri, bisa legowo, meskipun di luar ada awam gelap menyelimuti angkasa, dia bisa bersandarkan Kristus yang memperkuat batiniahnya, menciptakan cuaca cerah batini. Meskipun mengalami banyak masalah, penderitaan, penganiayaan, penghinaan, tetap bisa bersukacita di dalam Tuhan. Suasana di luar tidak bisa merampas damai sejatera, sukacita, dan kepuasan yang ada di dalamnya. Alkitab mengatakan, “Allah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyaang oleh geloranya.” (Mzm. 46:2-4).
Allah adalah kekuatan yang menenangkan batin kita, adalah sumber damai sejahtera, meskipun langit dan bumi gocang, juga tidak akan memperaruhinya. Hadson Taylor, pendiri China Inland Missionary, ketika di Melbourne tinggal di rumah Mr. H.O. Macartney selama dua minggu. Mr. Mac melihat Hadson selalu begitu tenang, lalu bertanya kepadanya. Hadson menjawab, “Macartney yang terkasih, damai sejahtera batini yang ada di dalam saya, bukan satu hak istimewa yang tinggi, tetapi suatu keperluan. Kalau bukan damai sejahtera yang Allah berikan kepada kita melindungi hati kita, saya pasti tidak bisa menyelesaikan pekerjaan saya.”

(sumber: literatur Yasperin)

Read Full Post »

Kebebasan yang Sejati

Presiden Amerika, Lincon, karena membebaskan budak orang kulit hitam, memicu perang Selatan Utara, akhirnya mendapatkan kemenangan, menghapus system perbudakan, budak kulit hitam mendapatkan kebebasan. Di Inggris juga ada tokoh yang seumur hidupnya menentang perkara jual beli budak, akhirnya pada tahun 1807 di Inggris juga menyetujui peraturan membebaskan budak. Pada tahun 1833 menyetujui undang-undang membebaskan delapan ratus ribu budak di Hindia Barat yang menjadi jajahan Inggris, system perbudakan di India juga telah dihapus pada tahun 1838.
Kebebasan adalah yang dihargai dan diinginkan oleh seluruh umat manusia. Tetapi orang bisa berjuang mendapatkan kebebasan dalam lingkungan, tetapi tidak bisa mendapatkan kebebasan dalam batin. Meskipun manusia bisa tidak menjadi budak orang lain, tetapi tidak bisa tidak menjadi budak dosa. Alkitab mengatakan, “Setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” (Injil Yohanes 8:34). Setiap orang telah berbuat dosa, sebab itu setiap orang telah menjadi budak dosa.
Di London ada satu pemuda yang suka minum minuman keras, meskipun namanya sudah hancur, hartanya sudah habis, tetapi tidak bisa menyelamatkan diri dari minuman keras. Pada suatu hari, ia mendekati meja pelayan bar, meminta segelas bir. Selesai minum dengan kepalan tangannya memecahkan kaca meja pelayan bar, lalu menyerahkan diri kepada polisi, mohon ditahan, melalui ini membantu dia menghentikan minum bir. Kepala polisi simpati kepada kesulitannya, menjatuhkan hukuman selama satu bulan. Setelah masa tahanannya habis, melewati bar, menemukan ketagihan untuk minum bir masih kuat, dia merasa sangat menderita dan putus asa. Pada suatu kali, ia mendengarkan Injil, sangat terharu, menangis, mengucurkan air mata, menceburkan diri ke dalam pelukan Tuhan. Sejak itu kekuatan tarikan bir lepas sama sekali, hatinya penuh dengan sukacita.
Dosa tidak saja adalah perbuatan di luar orang, dosa juga kuasa yang tinggal di dalam orang, dia mempunyai kekuatan untuk mengusai orang, supaya orang tidak bisa tidak berbuat dosa. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” (Injil Yohanes 8:36). Anak itu adalah Tuhan Yesus, Dia bangkit dari kematian, memberi orang hayat yang menang untuk mengalahkan hayat dosa, membebaskanorang dari dosa, tidak terkekang oleh dosa lagi, tidak menjadi budak dosa lagi, ini barulah kebebasan yang sejati.

(sumber: literatur Yasperin)

Read Full Post »

Pernah ada seorang wanita ditinggal mati suaminya. Karena begitu sedih akibat kehilangan suaminya itu, ia menjadi sakit ingatan dan menolak penguburan suaminya. Hari demi hari, sampai dua minggu lamanya, jenazah suaminya tetap di rumahnya. Ia berkata, “Ia tidak mati. Setiap hari aku bercakap-cakap dengannya.” Wanita yang kasihan ini tidak rela kalau jenazah suaminya dikuburkan, karena ia tidak percaya kalau suaminya sudah mati.

Kapankah kita rela menguburkan ”orang” yang kita kasihi? Tentu hanya kalau kita yakin benar bahwa ia sudah meninggal. Kalau masih ada sedikit saja harapan untuk hidup, tentu kita tidak akan menguburkannya.

Jadi, kapankah kita benar-benar rela menerima fakta penguburan atas manusia lama kita? Hanya taktala kita telah nampak fakta bahwa kita telah turut disalibkan dan mati bersama Kristus. Kalau Anda benar-benar menyadari bahwa manusia lama Anda telah mati, Anda tentu tidak akan keberatan untuk dikuburkan.

(sumber: literatur Yasperin)

Read Full Post »

Setelah seseorang menikah, perkara pertama yang harus ia pelajari ialah harus menutup mata, tidak melihat kelemahan pihak pasangannya. Ingatlah, sepasang manusia yang telah menjadi suami istri akan tinggal bersama hari demi hari, tahun demi tahun, tanpa cuti, dan senantiasa tak berpisah. Anda akan mempunyai cukup banyak waktu untuk menemukan kelemahan dan kesulitan pihak pasangan Anda. Sebab itu, Anda harus belajar di hadapan Allah, yakni setelah Anda menikah, Anda harus menutup mata Anda.

Tujuan pernikahan bukan untuk mencari kelemahan atau kesulitan pihak pasangan. Dia adalah istri Anda, bukan murid Anda; dia adalah suami Anda, bukan anak didik Anda. Karena itu, tidak perlu Anda mencari kesulitannya untuk kemudian membantunya. Dan jangan sekali-kali Anda mencari kelemahannya lalu berusaha mengoreksinya. Kalau Anda menaruh perhatian atas perkara ini, niscaya keluarga Anda akan terbangun di atas dasar yang kokoh.

(sumber: literatur Yasperin)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.